Inter Milan ini benar-benar jadi momok menakutkan bagi Juventus. Setelah gelar Scudetto mereka dibatalkan lalu diserahkan ke Inter sekitar 15 tahun silam, kemudian rekor unbeaten Juventus di Seri A juga dipatahkan Inter, kini rekor Scudetto 9x beruntung Juve juga dipatahkan oleh Inter.

Juve ini kalau ketemu Inter sudah ingin sekali menoyor kepalanya. “Bocah belagu bat” begitu pikir Juventus. Ya memang Juve harus gantian. Masak mau dihajar sendirian sampai 30x Scudetto beruntun. Enak saja. Dikira liga punya bapaknya kali.

Tapi memang, Seri A ini sudah kayak punya Juventus saja. Bahkan sampai dibilang Panitia Liga. Plus ada semboyan “Semua akan Juventus pada waktunya” yang berarti siapapun jadi Capolista, ujung-ujungnya Juve juga yang juara.

Sayangnya semboyan itu kini sudah dipatahkan oleh Inter. Dengan kemenangan atas Crotone tadi malam dengan skor 2-0, jarak Inter dengan Juve jadi terpaut 16 poin yang sudah pasti tidak akan bisa dikejar oleh Juve.

Harapan Juve mendapatkan Scudetto dipastikan pupus seiring dengan pupusnya harapan PNS mendapatkan Tunjangan Kinerja tahun ini.

Inter sendiri tinggal butuh waktu saja buat mengunci gelar Scudetto. Kalau Atalanta gagal menang dari Sassuolo nanti malam, gelar Scudetto sudah dipastikan. Kalau Atalanta menang, Inter perlu menunda sampai laga berikutnya.

Namun secara peluang, 95% gelar sudah di tangan. Asal jangan bodoh saja, kalah dalam 4 laga terakhir lalu Atalanta menang terus. Kalau begitu gelar di tangan orang lain.

Kemenangan Inter dipastikan oleh tendangan dari luar kotak penalti Christian Eriksen. Itu juga baru bisa dibobol pada pertengahan babak kedua.

Di babak pertama, Inter ini rada kurang hoki. Serangan mereka digagalkan beberapa kali oleh tiang gawang. Jago sekali itu tiang. Layak dibeli oleh Liverpool buat jadi bek supaya jarang kebobolan.

Menjelang akhir laga, Achraf Hakimi menggandakan keunggulan lewat serangan balik. Skor 2-0 dipastikan Inter.

“Langkah yang kami buat musim ini adalah kami belajar untuk memiliki kesabaran, tidak stres atau panik, dan cepat atau lambat kami tahu bahwa kami akan mencetak gol, itulah yang terjadi,” kata Stefan De Vrij dikutip dari Bolasport.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here