Inter Milan gagal bernasib baik seperti tiga klub Italia lainnya yang meraih kemenangan di Liga Champions. Melawan Borussia Moenchengladbach, Inter hampir saja kalah. Untung saja masih bisa seri 2-2.

Inter sudah dipastikan kalah bila Romelu Lukaku, striker ganteng polosan itu tidak mencetak gol pada menit akhir. “I Nerazzurri” pun selamat dari kekalahan.

Padahal, Juventus, Lazio, dan Atalanta semua pada meraih kemenangan. Tapi Inter seri sendiri. Mungkin mereka mau coba out of the box. Berpikir anti-mainstream, yang lain menang, dia mau beda sendiri.

Inter sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Lukaku usai menerima bola ‘nemu’ hasil tendangan Matteo Darmian. Namun, Gladbach mampu comeback jadi 2-1 lewat penalti Ramy Bansebaini dan Jonas Hoffman.

Hoffman sukses memperdayai Samir Handanovic saat membuat gol kedua bagi Gladbach dengan meng-nutmeg-nya. Besok-besok Handa sebaiknya memakai sarung ketika menjaga gawang. Pakai peci sekalian.

Untung saja, tepat menit ke-90 ada Lukaku yang jadi super ajaib selama main di Inter. Beda banget waktu main bareng Manchester United yang lebih banyak nyampahnya.

Meski meraih hasil beda sendiri dengan wakil-wakil lainnya, Antonio Conte mengaku bersyukur masih bisa dapat satu poin. Memang harusnya begitu, selalu bersyukur dengan hasil yang didapat. Jangan mengeluh melulu. Menang ngeluh, seri ngeluh, kalah ngeluh. Mending mancing saja di empang kalau ngeluh tinggal diceburin.

“Kita tidak bisa membandingkan pertandingan ini dengan musim lalu ketika diimbangi Slavia Praha. Kami benar-benar tergelincir musim lalu,” ucap Antonio Conte, dikutip dari Football Italia, Kamis (22/10/2020), disalin lagi dari Okezone.

“Sementara malam ini, kami bermain baik melawan sebuah tim yang memiliki potensi, serta kualitas teknis dan fisik yang mumpuni. Tentu saja, ada beberapa area yang harus ditingkatkan,” sambung pria berpaspor Italia itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here