Inter Milan gagal meraih poin penuh di kesempatan pertama mereka melawan klub yang secara peluang, minimalis banget. Bahkan, mereka hampir kalah di tangan Slavia Praha itu.

Pasukan Antonio Conte sepertinya belum tampil cukup baik layaknya main di Seri A. Padahal lawannya adalah tim paling lemah secara struktur, kekuatan, historis, kegantengan, dan keuangan di Grup F. Wajar, pesaingnya ada Barcelona dan Borussia Dortmund.

Siapa sangka? Slavia mampu memberikan perlawanan berarti. Bahkan Inter lah yang harus menahan imbang 1-1 di Meazza. Luar binasa juga ini Praha.

Slavia mampu unggul duluan pada menit ke-63. Jaroslav Zeleny yang dilihat dari namanya bukan orang Tegal itu menembak bola yang masih bisa ditepis Samir Handanovic.

Namun, bola muntah lalu disambar Peter Olayinka dari sudut sempit. Wasit sempat melihat tayangan CCTV alias VAR, tapi Olayinka berada dalam posisi yang dibenarkan secara hukum dan adat istiadat.

https://twitter.com/ODDSbible/status/1174036588667527168

Inter masih kesulitan buat menyamakan kedudukan. Padahal Slavia juga mainnya biasa-biasa saja, hanya oper-operan. Tidak pernah mereka oper-operan sambil salto selama beberapa menit.

Nerazzurri” akhirnya bisa menyamakan kedudukan pada akhir-akhir laga. Tepatnya pada injury time. Wasit cukup baik tidak langsung memberhentikan laga pada menit ke-90 pas tenggo.

Pada tambahan satu menit, Nicolo Barella menyamakan kedudukan yang awalnya berasal sebuah aksi tendangan bebas suka-suka Stefano Sensi. Namanya bebas ya suka-suka dia mau ditendang ke mana. Ditendang ke gawang sendiri juga boleh.

Sensi rupanya menendangnya ke tiang gawang. Mungkin biar lebih greget, bikin Interisti pada tegang sekaligus geregetan. Bola pantul tinggi jauh ke atas, lalu di sana ada Barella yang menendangnya setelah bola jatuh ke bawah. Soalnya dia bukan Super Saiya yang bisa terbang menendang bola di angkasa.

Bola tendangannya memantul-mantul dan cuma bisa dilihati saja oleh kiper Ondrej Kolar. Bukannya ditepis, malah dipandangi saja. Ada-ada saja itu kiper.

Hasil ini membuat Conte cukup merengut. Soalnya permainan timnya tak menunjukkan karakter sesungguhnya.

“Kami berjuang dan jujur, saya tidak puas dengan kinerja. Kami bisa melakukan jauh lebih baik, ini bukan jenis sepak bola yang kami latih untuk dimainkan. Kita juga harus meningkatkan dalam hal karakter,” kata Conte.

Main photo: inter_en

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here