Inter Milano gagal mempertahankan kemenangan 100 persen di Seri A usai dipaksa main seri oleh Sampdoria 2-2. Bermain di markas Sampdoria, Inter sebenarnya dua kali unggul, tapi dua kali juga disamakan kedudukannya.

Sampdoria ini memang anaknya enggak mau kalah. Habis kebobolan langsung mereka balas. Contohnya di gol pertama Inter.

Inter berhasil unggul lewat tendangan bebas pemain muda Federico Dimarco. Tendangan kaki kirinya bersarang di gawang kiper yang dikawal si Mulyadi, pemain berketurunan Indonesia.

Tak lama kemudian, Maya Yoshida yang bukan saudaranya Maya Estianty apalagi Maya Rumantir, berhasil menyamakan kedudukan memanfaatkan situasi ribet di kotak penalti Inter.

Tendangannya sebenarnya cukup pelan, tapi masuk kolong Edin Dzeko dan mengubah arah bola. Alhasil, kiper yang hobi planga-plongo, Samir Handanovic, cuma bisa pasrah menjalankan hobinya itu.

Menjelang akhir babak pertama, Inter mencetak gol cukup keren. Aksi individu Nicolo Barella benar-benar rela berbagi peran kepada Lautaro Martinez. Dia memberikan assist kentang yang disambar dengan apik oleh Lautaro.

Sayangnya, di babak kedua Sampdoria juga membalas gol cantik Inter tersebut dengan gol cantik juga. Umpan silang Bartosz Bereszynski berhasil disambar dengan tendangan setengah takraw oleh Tomasso Augello yang benar-benar ‘gelo’ kalau kata orang Sunda.

Inter sebenarnya nyaris saja kalah di laga ini kalau tidak ada Danilo D’Ambrosio. Sebuah serangan mantap dari Sampdoria bikin Handanovic kembali pasrah, tapi D’Ambrosio sukses mengeblok bola tepat di garis gawangnya sendiri, bukan gawang orang lain.

Alhamdulillah, meski Sampdoria anaknya enggak mau kalah, Inter juga terhindar dari yang namanya kalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here