Inter Milan kembali melanjutkan tren positif di bawah arahan mantan pelatih Juve, Antonio Conte. Inter menang tipis 2-1 atas tuan rumah Cagliari.

Inter sepertinya bisa jadi penantang serius Juventus musim ini karena tampak sudah ada perbaikan. Mungkin Inter sudah mulai berobat di pengobatan alternatif, macam akupuntur. Jadinya sudah tak kumat lagi.

Namun, biasanya di tengah musim “Nerazzurri” suka kumat. Tapi semoga saja tidak. Biar rada seru gitu, Seri A masak yang menang itu-itu lagi.

Dalam laga ini, Inter membuka kemenangan lewat gol Lautaro Martinez. Meski badannya kurang panjang, Lautaro bisa mencetak gol lewat sundulan kepala yang ada rambutnya.

Umpan Stefano Sensi berhasil ketemu dengan jidat depan Lautaro yang berkeringat setelah beberapa menit bermain bola. Untung saja tidak main panas-panasan, sudah pasti bau matahari kalau main di tengah hari bolong.

Cagliari menyamakan kedudukan di babak kedua tepatnya pada menit ke-gocap. Sundulan dibalas sundulan, Joao Pedro kini berhasil memanfaatkan jidatnya untuk mencetak gol usai menerima umpan dari Nahitan Nandez.

Beruntung, Inter nasibnya lagi baik di laga ini. Pada menit ke-72, mereka dapat hadiah penalti dari wasit setelah gocekan memutar kayak gangsing bocah bernama Sensi dijegal bek Cagliari entah siapa namanya.

Romelu Lukaku yang sempat disoraki fans Cagliari, tak peduli dengan teriakan tendensius menjurus rasis tersebut. Penalti tetap ditendang dan masuk ke gawang, mengecoh kiper Robin Olsen.

Cagliar ini sepertinya perlu dapat hukuman serius. Sudah beberapa kali mereka berteriak rasis tapi dibiarkan saja. Payah sekali ini komdis-nya PSSI Italia sana.

Conte cukup puas dengan hasil ini setelah melihat mental mereka yang sepertinya sudah punya mental pemenang. Asalkan jangan mental pengemis saja, baru main semenit sudah minta-minta lemparan throw in.

Dia ‘smackin yaqueen‘ melihat perkembangan anak asuhannya. Jika begini terus, bukan tidak mungkin Inter yang jadi mematahkan rekor kejuaraan Juventus.

“Mengenai mentalitas mereka, saya ingin menegaskan bahwa saya telah menemukan kelompok yang terdiri dari para pemain hebat serta memiliki keinginan kuat, dan terasa luar biasa untuk bekerja ketika terdapat keinginan seperti itu,” tutur Conte.

Main photo: Squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here