Franck Ribery membuktikan diri bahwa dirinya benar-benar pemain kelas dunia. Meski bermain di tim medioker Italia bernama Fiorentina, yang warnanya ungu janda, pemain asal Prancis itu tetap mempesona.

Menghadapi Inter Milan hari Sabtu kemarin, Ribery nyaris membawa timnya meraih kemenangan. Sayang beribu sayang, ternyata Inter lah yang menang. Tim Antonio Conte itu sukses meng-comeback-nya menjadi 4-3.

Laga tersebut memang terjadi pamer susu alias padat merayap susul-susulan. Terjadi susul menyusul gol di mana Fiorentina sempat unggul 1-0 lewat Christian Kouame, kemudian dibalas dua gol oleh Inter lewat Lautaro Martinez dan bunuh diri Federico Ceccherini.

Fiorentina lalu membalasnya lagi dengan dua gol lewat Gaetano Castrovili dan Federico Chiesa hingga kedudukan sementara 3-2 buat Fiorentina.

Aturan di laga ini memang sepertinya begitu. “Barang siapa yang mencetak dua gol harus dibalas dua gol lagi.” Begitu kira-kira.

Soalnya, Inter kemudian membalasnya pada tiga menit terakhir sebelum Injury Time lewat Romelu Lukaku dan Danilo D’Ambrosio. Bikin nyesek memang. Tapi begitulah kehidupan.

Meski Inter sudah cukup berkelas membalikkan kedudukan jadi 4-3, namun Ribery ternyata lebih greget di laga ini. Dia jadi sorotan melalui permainannya yang sangat berkelas.

Di laga itu Ribery memang tidak mencetak gol. Memang tugasnya bukan mencetak gol, dia bikin gol mungkin kalau ada kesempatan saja. Pada dasarnya semua pemain memang begitu.

Namun, pemain yang wajahnya macam preman terminal itu memberikan dua assist lembut kepada Castrovili dan Chiesa. Yang jadi sorotan assist keduanya kepada Chiesa.

Itulah yang benar-benar umpan membelah lautan. Passing diagonalnya benar-benar membelah pertahanan Inter tanpa menggunakan pisau dapur.

Penampilannya itu jelas menuai pujian. Meski tidak sampai dapat pujian dari presiden Jokowi.

“Dengan sangat menyesal, kami kalah dalam pertandingan, dan bahkan satu poin pun akan terasa tidak adil mengingat jumlah peluang yang kami ciptakan. Franck (Ribery) telah bekerja sangat keras, dia sangat lelah dan saya pikir itu tepat untuk membawanya bermain,” tukas pelatih Giuseppe Iachini dikutip dari Okezone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here