Hanya selang beberapa jam saja setelah mendatangkan Valentino Lazaro, Inter sudah kedatangan pemain baru. Pemain itu jika dibaca namanya pasti orangnya ngambekan, yakni Stefano Sensi, tapi semoga saja tidak begitu.

Rada bahaya kalau karakternya sama kayak namanya, sensi-sensian begitu. Soalnya sebentar-sebentar bisa ngambek. Diejek sedikit saja langsung cabut, pulang ke kosan. Lebih bahaya lagi pas sampai kosan, cek urin pakai test pack Sensitif, ternyata positif.

Nerazzurri” berhasil memenangi persaingan dengan saudara sekontrakan, AC Milan, untuk mendapatkan si Sensi. Pemain berwajah ganteng tanpa jerawat itu didatangkan Inter dengan status pinjaman dulu, baru beli kemudian.

Jadi, Sensi ini ibarat di-test drive. Kalau enak, baru beli permanen. Rada jahat kalau sampai enggak dibeli. Sudah di-paks berulang kali, tapi enggak juga diakui sebagai pemain resmi.

https://twitter.com/SquawkaNews/status/1146086745529651200

Sensi pun cukup senang bisa bergabung dengan Inter dari Sassuolo. Ini merupakan langkah maju karena musim ini Inter bakal main di Liga Champions. Coba kalau bersama Milan, jangankan Liga Champions, malam Jumat saja mereka tidur atau melakukan hubungan yang disunahkan.

“Saya senang dapat menjadi pemain Inter. Saya bahagia dengan keputusan yang saya buat ini. Saya mengharapkan musim yang hebat di Inter Milan,” ujar Sensi kepada situs resmi Inter Milan, dikutip Liputan6.

Untuk meminjam pemain 23 tahun itu, Inter bukan berarti pinjam dengan tangan kosong. Enak saja, sudah minjam enggak keluar ongkos barang sedikit. Masak mau pinjam, ongkos kirimnya minta ditanggung juga. Enggak tahu diri kalau begitu namanya.

Inter dikenai biaya lima juta euro sebagai biaya peminjaman. Jika ingin mempermanenkan Sensi tahun 2020, Inter harus menyerahkan mahar 20-22 juta euro. Harga yang lumayan murah karena bisa mendapat salah satu pemain berpotensi di Italia saat ini.

Main photo: FFS Transfer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here