Inter Milan kayaknya jadi model orang yang enggak enakan. Tahu abang tiri yang dibantai lawannya, Inter malah cari seri biar enggak menyalip abang sekontrakannya itu.

Menghadapi Udinese, Inter hanya main remis 0-0 alias imbang tanpa gol dan tanpa kebobolan. Meski masih dapat satu poin dibawa pulang.

Udinese sepertinya paham betul kalau pakai kostum garis-garis mirip Juventus bisa kena bantai. Soalnya Inter minggu lalu sukses mengalahkan Juve.

Nanti kalau pakai corak serupa Internya malah jadi semangat dan bagus mainnya. Makanya corak jersey Udinese pun mengalami modifikasi.

Benar saja, Inter kesulitan menjebol gawang Udinese. Ada satu peluang 90,2 persen bisa jadi gol saat Lautaro Martinez memotong umpan bek Udinese, tapi bisa ditepis Juan Musso.

Udinese juga tak punya banyak peluang berarti. Ada sih yang lumayan bikin deg-deg ser, namun tak menyasar ke gawang.

Meski tak ada gol tercipta dan bikin laga kurang seru, beruntung ada Antonio Conte yang memberikan warna baru.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1353065620925865986

Mungkin dia tahu laga ini enggak seru, makanya dia bikin keseruan sendiri. Dia marah-marah ke wasit sampai diberikan kartu merah. Heri alias heboh sendiri.

“ Kami memiliki ketidaksepakatan tentang tempo perpanjangan waktu yang diberikan oleh wasit,” kata Antonio Conte kepada Sky Sport Italia, dikutip dari Gilabola, menjelaskan.

“Wasit mengkartu kuning saya dan kemudian memilih untuk mengusir saya pergi. Saya pikir tambahan empat menit tidak cukup, dalam keadaan seperti itu. Kemudian wasit membuat keputusannya dan kami harus menerimanya, bahkan jika kami tidak setuju dengan keputusan itu.”

“Seperti yang selalu saya katakan, kami hanya perlu memikirkan diri kami sendiri. Kami tidak harus memikirkan Milan dan kekalahan mereka. Kami hanya harus fokus pada peningkatan kinerja dan hasil kami,” sambungnya lagi.

Skor 0-0 bertahan sampai usai. Inter benar-benar tak enak hati kalau menyalip saudara sekontrakannya itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here