AS Roma mengalami perampokan di rumahnya sendiri tadi malam. Segenap warga Roma sudah berusaha melaporkan pihak yang berwajib, tapi justru pihak yang berwajib tersebut yang jadi pelaku perampokan.

Jadi ceritanya Roma ini ditahan seri 1-1 lawan Borussia Muenchengladbach. Padahal, mereka sudah menang 1-0 sampai menit ke-90-an. Tiba-tiba ada insiden perampokan di kotak penaltinya Roma yang berakibat penalti dan berujung seri.

Tampil melawan Muenchengladbach di bawah guyuran hujan yang membasahi pipi, semakin menambah syahdunya malam itu. Kalau lagi bersedih, enaknya duduk di bus Transjakarta menyender di jendela memandangi kaca yang basah diiringi rintik-rintik hujan dan lagu Peter Pan berjudul “Kukatakan dengan Indah“.

Pada laga itu sendiri, pemain dari dua kesebelasan juga tak ada yang memakai payung atau jas hujan ponco. Padahal hujan mengguyur sangat lebat.

Gladbach yang lagi berada di puncak klasemen Bundesliga, ternyata tak se-gacor itu jika main di Liga Malam Jumat alias Liga Europa.

Mereka menderita satu kekalahan dan satu seri sehingga harus berada di dasar klasemen sebelum laga ini. Sementara Roma lagi di pucuk grup J.

Roma tanpa Irama unggul lebih dulu lewat ubun-ubunnya Nicolo Zaniolo. Dia memanfaatkan umpan sepak pojok yang tak pernah dilakukan di tengah lapangan oleh Jordan Veretout.

Sayangnya, di akhir laga seorang aktor bernama Chris Smalling, the one and only, dianggap melakukan pelanggaran handball oleh wasit. Sebenarnya dalam tayangan lambat, bola mengenai wajah Smalling yang luar biasa ganteng. Smalling sendiri juga sudah jujur kalau bola mengenai wajah gantengnya.

Protes pun dilancarkan para pemain Roma. Maklum, soalnya sudah masuk Injury Time dan tinggal sisa semenit-dua menit. Namun ada anggapan lain kalau Smalling sedikit mendorong pemain Gladbach pasca-bola gebok wajahnya.

Memang dasar Smalling bawa sial sepertinya. Pokoknya salah saja, kalau ada Smalling di situ. Terbukti di klub lamanya juga demikian sialnya.

Apa daya, wasit tetap keukeuh kasih penalti. Peluang itu dimanfaatkan dengan mantap oleh Lars Stindl.

Di sinilah warga Roma merasa kemenangan mereka bagai pihak yang berwajib di laga itu yaitu wasit. Memang kadang-kadang pihak yang berwajib ini suka ada yang nakal.

Meski tetap tak menerima keputusan tersebut, warga Roma mau tidak mau mesti melupakan insiden perampokan ini. Masih untung tak ada barang lain yang hilang seperti TV, HP, mini compo, atau kipas angin gantung.

“Sulit rasanya menerima keputusan seperti itu. Mental para pemain langsung hancur. Kita tak bisa melupakan bahwa kami sedang unggul pemuncak klasemen Bundesliga, apalagi kami mampu mengontrol pertandingan,” kata pelatih Roma, Paulo Fonseca.

Main photo: AS Roma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here