UEFA telah merilis Team of The Year 2016 alias skuat terbaik selama 2016 kemarin. Susunan pemain dipilih berdasarkan voting yang dilakukan uefa.com kepada para pengunjung web mereka.

Siapa saja pemain-pemain berandalan yang beruntung itu? Mari kita simak mumpung tidak ada “pesan-pesan berikut” seperti yang ada di acara televisi:

1. Gianluigi Buffon (Juventus/ITA)

Pilihan kiper jatuh kepada aki-aki asal Italia, Gianlugi Buffon. Kiper Juventus itu mendapat 324.336 suara. Secara kasat mata, penampilan Buffon memang tak menurun. Dia masih saja melakukan tepisan-tepisan menyebalkan yang bikin sebal pemain lawan dan penonton di TV. Buffon juga sukses mempersembahkan gelar Scudetto dan Piala Italia kepada Juve.

Meski refleknya tak secepat dulu, tapi positioning-nya mampu mementahkan beberapa serangan lawan. Bahkan, pada 2016 dia masih mampu menepis empat tendangan penalti. Class is permanent!

2. Jerome Boateng (Bayern Muenchen/GER)

Jerome Boateng terpilih menjadi salah satu pemain pilihan di barisan pertahanan dengan 238.173 suara. Boateng ini jadi pilihan utama di Bayern dan tim nasional Jerman. Apalagi, penampilannya sangat memukau saat membela Jerman di Piala Eropa 2016.

Pada perhelatan Euro kemarin, pemain berusia 28 tahun itu menyumbangan satu gol dan satu assist untuk timnya. Prestasi yang jarang dihasilkan bagi seorang bek tengah. Sayang, pada semifinal dia harus ditarik keluar karena cedera. Tapi, sebagian pasti masih ingat betul clearance luar biasa yang dilakukan Boateng saat melawan Ukraina.

3. Leonardo Bonucci (Juventus/ITA)

Nama Leonardo Bonucci memang tak diragukan untuk masuk tim terbaik 2016. Pemain ganteng dengan brewok yang bikin wanita kejang-kejang itu tampil konsisten dalam mengawal lini pertahanan Juventus dan Italia. Dia mendapat 261.030 suara. Bonucci merupakan sosok yang tangguh dan bahkan suka menggocek lawan layaknya penyerang.

Bukan itu saja, dia juga dikenal sebagai ball-playing defender yang pandai mengatur permainan dari belakang serta umpan-umpan akuratnya ke lini serang, bahkan mencetak gol. Salah satunya kepada Emanuele Giaccherini saat Italia menumbangkan Belgia di Piala Eropa. Selama 2016, dia sudah mencetak lima gol dan empat assist di segala kompetisi. Kepiawaiannya itu membuatnya diminati klub-klub besar Eropa.

4. Gerard Pique (Barcelona/SPA)

Pique adalah wajah lama yang suka masuk di penghargaan macam ini. Tak perlu diulas lagi betapa hebatnya suami Shakira ini di lapangan, meski belum tentu hebat di atas ranjang. Selama 2016, dia mempersembahkan dua gelar untuk Barcelona, La Liga dan Copa del Rey.

Pique juga sangat produktif mencetak gol. Selama 2016, mantan pemain Manchester United itu mencetak delapan gol. Sebuah angka fantastis yang belum tentu bisa dilakukan oleh striker macam Nicklas Bendtner sekalipun. Pique mendapat 253.437 suara.

5. Sergio Ramos (Real Madrid/SPA)

Si mister 90 menit ini juga sangat layak masuk tim terbaik. Dia mendapat voting tertinggi dengan 488.908 suara, mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Selain skill pertahanan yang oke punya, Ramos juga sering jadi pahlawan Madrid saat mencetak gol-gol penting pada menit-menit akhir. Itulah yang membuatnya mendapat julukan “Mr. Ninety Minutes”.

Soal skill individu juga jangan ditanya. Ramos merupakan salah satu bek terbaik yang punya skill tinggi. Tidak percaya? Lihat saja skill-nya di game FIFA atau PES. Di PES bahkan dia punya speed di atas 90. Wow!

6. Luka Modric (Real Madrid/CRO)

Modric menjadi salah satu yang terbaik pada tahun ini karena berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions. Pemain asal Kroasia itu terpilih dengan mendapat 381.234 suara sehingga cocok menjadi gelandang berkelas di tim favorit ini.

Tak banyak data statistik yang membicarakan pemain ini karena memang Modric kadang lebih bermain ke belakang membantu pertahanan. Tapi, perannya itu sangat penting bagi Madrid untuk menyeimbangkan tim.

7. Toni Kroos (Real Madrid/GER)

Nama Kroos masuk dalam kategori pemain kelas dunia belakangan ini. Wajar, karena dia selalu masuk pilihan utama skuat Jerman dan Real Madrid. Gelandang elegan ini bukan hanya mempersembahkan Liga Champions buat Madrid, tapi juga mencatat statistik individu yang memukau.

Umpan-umpan manis manjanya bikin striker jadi teringat terus gol yang dicetaknya. Bahkan terus diingat sampai lebaran tiba. Selama 2016, pemain berparas halus itu telah menciptakan 18 assist. Mantap!

8. Andres Iniesta (Barcelona/SPA)

Gelandang kelas dunia yang satu ini juga sudah sering masuk penghargaan model begini. Meski usianya sudah berkepala tiga tapi penampilannya tetap mengesankan. Dia juga tunduk pada ilmu padi, makin tua makin merunduk. Tak ada kesombongan, yang selalu ditekankan adalah rendah hati.

Perannya di lini tengah Barcelona tetap tak tergantikan. Bahkan saat ditinggal Xavi sekalipun. Iniesta masih memberikan umpan-umpan manis manja kepada Neymar, Messi, dan Luis Suarez untuk menjebol gawang lawan.

9. Lionel Messi (Barcelona/ARG)

Alien yang satu ini sudah pasti masuk tim favorit. Selain karena mempersembahkan dua trofi untuk Barcelona. Skill-nya juga pasti sudah pada tahu semua. Jadi lebih baik kita tak perlu banyak membahas pemain berambut pirang mirip mentega cair ini.

10. Antoine Griezmann (Atletico Madrid/FRA)

Jika Messi adalah alien, Griezmann masih taraf manusia bumi biasa. Penampilan pemain Prancis ini memang sedang puncak-puncaknya pada 2016. Meski hanya mampu mengantarkan Prancis dan Atletico Madrid menjadi runner up, tapi prestasi individunya cukup memuaskan. Pemain yang hobi berselebrasi goyang tulalit itu menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Eropa dengan enam gol.

Griezmann memang mendapat suara paling sedikit di tim ini, yakni hanya 203.926 suara. Tapi dari segi statistik dan penampilannya lewat layar kaca, Griezmann sangat mengaggumkan. Selama 2016, striker Atletico itu sukses membuat sekian gol dan sekian assist. Pokoknya banyak.

11. Cristiano Ronaldo (Real Madrid/POR)

Alien yang ini juga sudah banyak dibahas di media-media. Tapi, tahun ini memang spesial baginya. Selain membawa Madrid menjadi juara Liga Champions, Ronaldo juga mempersembahkan trofi internasional pertamanya kepada Portugal. Akhirnya usaha Ronaldo membuahkan hasil juga.

Ronaldo menjadi pemain kedua yang paling banyak di-voting, yakni 450.220 suara. Kepemimpinannya di Portugal selama Piala Eropa 2006 lah yang diacungi jempol orang sedunia. Meski cedera di partai final, dia tetap mendampingi rekan-rekannya di pinggir lapangan, menyemangati, bahkan turut membantu pelatih memberi instruksi. Keren!

Ini Dia Gambaran Skuatnya Keseluruhan

https://twitter.com/ChampionsLeague/status/817050764770156545

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here