Inggris benar-benar tak tahu diri saat menghadapi Panama di laga kedua. Tim kesayangan warga sedunia itu dilumat habis 6-1, skor setengah lusin sudah seperti telur di warung. Padahal, Panama ini kan hitungannya anak bawang, masih dibantai juga.

The Three Lions” memang begitu dominan saat menghadapi Panama. Maklum, pemain-pemainnya saja jauh lebih dikenal pemain Inggris ketimbang Panama. Kalau mereka kalah, ya malunya naudzubillah.

Negara Panama memang sepertinya cuma terkenal di Indonesia dengan Terusan Panama dan Panama Papers saja. Kedatangan mereka ke Piala Dunia adalah yang pertama kalinya. Mereka membuat sejarah dan bangga banget bisa tampil di depan jutaan warga sedunia.

Namun, Inggris tak merasa kasihan dengannya. Benar-benar kurang ajar, beraninya sama rakyat jelata. Kalau sudah begini, bakal tak ada lagi yang percaya dengan Inggris yang tak pernah membela rakyat kecil.

Memang buat Inggris kemenangan adalah harga mati untuk mengunci satu tempat di babak 16 besar. Tapi ya enggak usah dibantai juga, kan kasihan.

Baru beberapa menit, bek John Stones sudah mencetak gol lewat sundulan kepala atasnya. Memanfaatkan tendangan sudut yang dilakukan temannya sendiri, bola disundul dan melesak masuk ke gawang Jaime Penedo.

Selang beberapa menit, Jesse Lingard berhasil lolos dari kejaran pemain-pemain Panama yang kurang terkenal. Hal itu memaksa Fidel Escobar melakukan pelanggaran dari belakang kepada Lingard di kotak penalti.

Harry Kane yang mengambil sendiri tendangan penalti tersebut. Maklum, dia memang kemaruk karena berambisi ingin cetak banyak gol di Piala Dunia.

https://twitter.com/Troll__Footbal/status/1010888215388213249

Selang 14 menitan, giliran Lingard yang bikin gol lumayan keren melalui tendangan placing R2+Kotak. Bola melengkung susah dijangkau Penedo. Pakai tangan saja susah, apalagi coba dihalau pakai “tongkat sakti”-nya.

Stones yang lagi gacor bikin gol lagi melalui situasi tendangan bebas. Dia memanfaatkan bola muntahan Sterling yang mampu ditepis Penedo. Itu merupakan gol keduanya di Piala Dunia, membuat perolehan poin di FIFA Fantasy pasti sangat tinggi. Apalagi kalau dijadikan kapten dan mencatat cleansheet. Bakal nyayur berat.

Menjelang akhir babak pertama, Inggris dapat penalti lagi. Enak banget mereka, sudah punya empat gol masih saja dikasih penalti. Giliran Panama enggak pernah dikasih penalti.

Penalti lagi-lagi diembat oleh Kane. Mana mungkin dia memberikannya pada orang lain. Wong gol temannya sendiri saja diaku-aku miliknya.

Itu juga yang terjadi pada gol keenam di babak kedua. Tendangan Ruben Loftus-Cheek entah gimana mengenai anggota tubuh Kane sehingga berbelok arah dan masuk ke gawang.

Si Kane sampai segitunya mau cetak gol. Padahal biarkan saja si Loftus-Cheek yang bikin gol, ini malah sengaja dihalang-halangi biar bola kena badannya lalu masuk ke gawang. Kemudian papan skor ditulis namanya. Benar-benar culas.

Ya apapun itu, mau sengaja atau enggak sengaja, yang penting Panama bisa bikin gol di Piala Dunia. Hal itu terjadi pada menit ke-78 saat “Los Canaleros” mendapat tendangan bebas.

Tendangan yang sangat bebas itu dilakukan Ricardo Avila lalu ditujukan langsung ke jantung pertahanan Inggris. Ternyata di sana ada Felipe Baloy yang menendangnya sambil melakukan tekel. Padahal tak ada lawan di sana, dia sok-sokan mau tekel.

Ternyata aksi menendang sekaligus menekel itu berbuah gol. Bola meluncur keras ke gawang Jordan Pickford. Meski cuma gol pelipur lara, tapi gol itu disambut warga se-Panama. Setidaknya mereka sudah menuliskan sejarah. Jangan seperti Indonesia yang namanya dulu masih Hindia-Belanda cuma jadi bulan-bulanan tanpa bisa bikin gol di Piala Dunia 1938.

Skor 6-1 sudah cukup bagi Inggris. Mau berapa gol lagi tetap saja dihitung poinnya cuma tiga. Daripada lelah-lelah tak karuan, mending sudah cukup sampai di situ saja.

Makanya, pelatih Gareth Southgate “Gerbang Selatan” tak terlalu suka dengan penampilan timnya. Meski menang gede, tapi gol-golnya kurang disukai oleh Southgate.

Memang, lima dari enam gol Inggris tercipta dari bola-bola mati. Bahkan dua di antaranya adalah penalti. Satu-satunya gol open play diciptakan Lingard yang keren banget itu. Southgate khawatir kalau gol-gol bola mati itu cuma hoki-hokian saja.

“Saya tak suka penampilan tadi. Saya tak suka penampilan tim sejak awal dan tidak suka dengan golnya. Meski saya harus apresiasi para pemain terutama di lini tengah yang bermain bagus,” katanya, dikutip Tribunnews. 

https://twitter.com/Sporf/status/1010914691013599232

Main photo: @premierleague

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here