Indonesia melakukan laga uji coba melawan negara yang jarang didengar yaitu Mauritius. Pada laga yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Indonesia mengamankan kemenangan tipis 1-0 lewat gol Evan Dimas di akhir pertandingan.

Timnas Indonesia memulai persiapan untuk menuju gelaran Piala AFF pada bulan November dan Desember mendatang. Serangkaian uji coba pun telah dipersiapkan. Salah satunya adalah dengan mengundang Mauritius sebagai lawan.

Namun jangan salah sangka dulu dengan negara yang kalau mendengar namanya mungkin harus cek di Google baru tahu lokasinya. Sebab Mauritius sendiri memiliki peringkat yang lebih tinggi dibanding dengan Indonesia.

Negara dekat Madagaskar itu menempati urutan 155 FIFA. Sementara Indonesia berada di posisi 164 berdasarkan perhitungan terakhir di bulan Agustus 2018.

Laga ini sendiri juga merupakan pertemuan perdana kedua tim sepanjang sejarah. Indonesia yang tampil di kandang sendiri, terlihat belum didampingi oleh Luis Milla. Untuk sementara posisinya diisi oleh Bima Sakti.

Pada jalannya laga, Indonesia sebenarnya tampil mendominasi. Tapi kegemilangan kiper Jean-Louis Kevin membuat tembakan para pemain Indonesia bisa dimentahkan.

Sejak awal laga, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan dengan beberapa ancaman. Peluang emas tercipta di menit ke-11 melalui Hansamu Yama Pranata. Berada dalam posisi bebas, ia melepas tembakan hasil umpan Irfan Jaya.

Tendangan sudah pasti jadi gol andai tinggi gawang 15 meter. Namun sayang bola melambung sedikit tinggi dari tiang gawang yang berukuran normal.

Mauritius bukan tanpa perlawanan, mereka gantian mengancam gawang Indonesia di menit ke-13. Sebuah tembakan dari luar kotak penalti Noel Gary sempat membuat komentator RCTI berkata “ahay” meski bola bisa diamankan Awan Setho Raharjo.

Serangan kedua tim tampak buntu hingga 20 menit awal pertadingan dimana usaha kerap kali gagal sebelum masuk kotak penalti. Pergantian cepat dilakukan Indonesia di menit ke-35 ketika Zulfiandi harus ditarik keluar karena mengalami cedera.

Kedua tim gagal membuat peluang berarti di babak pertama yang membuat skor 0-0 bertahan hingga paruh pertama.

Sebuah sepakan Boaz Salossa delapan menit babak kedua berjalan nyaris saja berbuah gol. Memanfaatkan umpan dari sisi kiri, sayang tendangannya mengarah tepat ke kiper. Tapi tidak apa-apa, daripada mengarah ke kiper cadangan, jadi out namanya.

Penyelamatan apik berulang yang dilakukan Jean-Lous Kevin akhirnya berhasil dipatahkan skuat Garuda satu menit jelang pertandingan usai. Meski gol Indonesia telat, bola tetap dipersilahkan untuk masuk ke gawang.

Berawal dari akselerasi Dedik Setiawan, ia kemudian melepaskan tembakan mendatar yang masih mampu dihalau kiper Mauritius. Sialnya bola jatuh di kaki Evan Dimas yang berdiri bebas di kotak penalti.

Kalau bola jatuh ke luar lapangan, pasti anak gawang yang disuruh ambil. Tanpa basa-basi, Evan Dimas menendang bola ke arah gawang untuk membuat skor berubah menjadi 1-0 yang bertahan hingga akhir pertandingan.

Menurut asisten pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, kesabaran menjadi kunci kemenangan dari skuat Garuda atas tamunya. Asisten pelatih Indonesia itu mengatakan bahwa Boaz dan kawan-kawan menjalankan instruksi dari pelatih dengan baik.

“Bisa membongkar pertahanan yang rapat itu tidak gampang biasanya pemain yang tak sabar melakukan long pass dan langsung. Tapi pemain bermain sesuai intruksi, sabar dan maksimal demi bongkar (pertahanan lawan,” katanya dikutip dari Detik.

“Saya senang Mauritius, main bertahan bagus dan ini sangat berharga bagi Indonesia. Ini ada catatan bagus untuk ke Piala AFF,” ujar pria yang kerap dipanggil “Si Kurus” itu.

https://twitter.com/PSSI/status/1039461803128905728

Main photo: breakingnews.co.id

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here