Indonesia berhasil otw ke babak 16 besar Asian Games setelah mengalahkan Hong Kong pada pertandingan terakhir grup A. Bertanding di Stadion Patriot Chandrabhaga, timnas Indonesia berhasil menang 3-1 berhak lolos dengan status sebagai juara grup.

Menang dari mana? Dari Hong Kong! Begitulah ungkapan mainstream di masyarakat Indonesia yang sangat terkenal. Ungkapan “Dari Hong Kong!” dipakai untuk sesuatu yang sepertinya tak mungkin terjadi. Asal njeplak saja kalau kata orang Betawi. Entah siapa yang pertama kali mempopulerkan kata “Dari Hong Kong!!” tersebut.

Kemenangan ini lantas membuat Indonesia akhirnya benar-benar menjawab pertanyaan-pertanyaan klasik di tongkrongan. “Indonesia menang dari mana?” biasanya tanya seorang teman. “Dari Hong Kong!”. Pasti dikira bercanda, namun kali ini benar-benar menang dari  Hong Kong.

Menjalani pertandingan terakhir grup, Indonesia sebenarnya sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar. Walaupun kalah, Indonesia tetap berhak melangkah melalui jalur peringkat tiga terbaik. Kalau mau melangkah ke universitas negeri beda cerita lagi. Bisa lewat jalur undangan, ujian tertulis, dan ujian mandiri.

Kepastian Indonesia itu didapat setelah Bangladesh mengalahkan Qatar pada pertandingan di grup lain. Namun lebih baik lagi kalau berhasil lolos dengan status juara grup. Setidaknya bisa menghindari China dan Uzbekistan walau Uzbekistan punya cewek-cewek yang bikin mengelus dada.

Indonesia akhirnya berhasil menang dramatis dan memuncaki klasemen grup A dengan 9 poin yang diikuti oleh Palestina dan Hong Kong masing-masing dengan delapan dan tujuh poin.

Ketiganya pun berhak lolos ke babak 16 besar. Indonesia sendiri akan menghadapi Uni Emirat Arab (UAE) pada hari Jumat (24/8/2018) mendatang di Stadion Wibawa Mukti.

Pada pertandingan yang disiarkan pada televisi nasional tersebut, SCTV nampaknya berbaik hati dengan mendengarkan keluhan dari penonton yang kerap merasa terganggu. Komentator diganti, serta proporsi iklan juga dikurangi. Beruntung bagi kita-kita yang hanya bisa menonton lewat televisi nasional.

Soalnya kemarin-kemarin, kuping warganet kerap panas dan hati jadi kesal karena mendengarkan suara komentator. Apalagi jika Indonesia tertinggal seperti tadi, bahkan suara komentator yang begitu ribut mungkin bisa membuat pemain yang di lapangan juga jadi tidak konsentrasi juga.

Meskipun terkadang menyebalkan, namun komentator dari bung “Jebret” terkadang malah bikin kangen juga. Kini kita tidak lagi mendengar info-info tidak penting macam siapa anaknya siapa, dulunya jualan apa, sekarang kenapa, dll, dll.

Mungkin karena Bung Jebret sementara ditunjuk jadi komentator bulu tangkis. Akan lebih baik lagi sebenarnya kalau jadi komentator catur biar tidak sepi-sepi amat kayak di kuburan.

Pada laga tersebut, Stefano Lilipaly memang menunjukan kelasnya sebagai salah satu pemain senior. Anjay! Ini pemain memang jago banget.

Selama Asian Games 2018, dia sudah menciptakan gol salto, assist backheel, bahkan di laga melawan Hong Kong ini sukses menciptakan gol cantik dengan mengolongi atau bahasa kerennya nutmeg bek Hong Kong.

Lilipaly juga pantas menjadi man of the match di laga itu. Andai pun tidak terpilih, sudah pasti dia juar di hati penonton. Total dua assist dan satu gol dilesakkan “Jantje” pada laga itu. Kalau bisa terus membawa Indonesia hingga menjadi juara, bisa-bisa muncul tagar #LiliipalyForPresident.

Indonesia sendiri bermain sangat baik pada babak kedua. Sempat tertinggal satu gol di babak pertama melalui Lau Hok Ming, “Garuda Asia” akhirnya bangkit dan menunjukan perjuangan tanpa henti pada babak kedua. Seperti tren sepak bola yang ada di Eropa sana, Indonesia berhasil comeback pada laga tersebut.

Satu gol penyama kedudukan dicetak hanya semenit setelah babak kedua dimulai Irfan Jaya melakukan akselerasi yang berujung tendangan keras ke arah gawang.

Imbang 1-1 bikin pertandingan makin panas yang memang suhu di Bekasi sudah panas dari dulu. Timnas menciptakan banyak peluang tetapi kiper Hong Kong yang berasal dari Hong Kong lumayan jago menepisnya.

Tendangan bebas Rizaldi Hehanusa berhasil diamankan. Begitu juga dengan tendangan terowongan Casablanca dari Saddil Ramdani yang berhasil ditepis satu tangan saja.

Drama terjadi menjelang akhir laga, tak kalah dari Drama Kumbaran. Lima menit jelang laga usai, Indonesia mencetak gol kedua melalui Lilipaly.

Mendapat operan backheel dari Beto, Lilipaly sempat menggocek bek Vas Nunez dengan meloloskan bola melalui sela-sela kakinya. Membuatnya berpikir untuk pakai kain kebaya di laga berikutnya atau pensiun dini saja.

Beto sepertinya ingin membalas budi golnya ke gawang Laos. Kala itu, Lilipaly yang membuat assist cuek backheel tanpa melihat ke belakang. Memang rada sulit bikin umpan backheel begitu kalau sambil lihat ke belakang, bisa-bisa patah itu leher.

Selanjutnya? Terserah Lilipaly saja mau ditendang ke mana yang penting masuk ke gawang. Aksinya ini bikin gemas seluruh warga Indonesia, bawaannya ingin cium unyeng-unyeng-nya.

Akhirnya pada masa injury time, Indonesia benar-benar mengunci kemenangan melalui gol Hanif Sjahbandi. Sang pemain baru saja dimasukan oleh Luis Milla untuk menahan gempuran dan mengamankan kemenangan.

Kalau kata bung “Jebret” dia adalah gelandang pengangkut air, penimba sumur, pencuci piring, dan sebagainya. Tahunya setelah masuk dia malah jadi supersub macam Ole Gunnar Solksjaer dengan mencetak gol.

Berawal dari serangan balik, Lilipaly sempat mengobok-obok bek Hong Kong macam ikan kecil meski tidak sampai pada mabok. Bola yang kemudian diumpan ke kotak penalti dengan mudah diselesaikan oleh Hanif. Lengkap sudah kalau kata Peter Drury, “and the comeback is complete”.

Kalau tambah satu gol lagi, bisa juga menjadi “more and more and more and more”. Berkat kerja sama tim yang mantap dan ditunjang skill individu yang mumpuni, Indonesia berhasil menang 3-1 dan melangkah ke babak selanjutnya.

Luis Milla mengungkapkan bahwa Hong Kong bermain baik pada babak pertama, namun anak asuhnya bangkit setelah kebobolan satu gol.

“Setelah gol, kami bermain sangat solid. Gol itu yang bikin kami semangat. Lawan kemudian lelah dan pertahanan mereka terbuka sehingga kami bisa cetak gol,” tutur Luis Milla dikutip dari Kompas.

Selamat Garuda!

https://twitter.com/Bolanet/status/1031545315495563264

Main photo: @narapawaka

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here