Ikatan alumni (ILUNI) Arsenal sepertinya cukup kompak. Di tengah kesulitan yang dialami “The Gunners“, mereka bahu-membahu bakal membantu tim yang suka pakai baju merah hydrant itu.

Namanya bulan Ramadhan memang harus saling menolong. Pahalanya besar, bahkan bisa berlipat ganda. Mungkin itu juga jadi alasan bagi Fredrick Ljungberg dan kawan-kawan buat membantu Arsenal.

Para alumni bukan membantu Arsenal dalam bentu saweran uang macam alumni-alumni alamamater. Tapi membantu dalam arti sebenarnya, masuk ke dalam jajaran pengurus klub.

Yang pertama adalah Ljungberg, warga asli Swedia berusia 41 tahun yang tak pernah tinggal di Tangerang, Banten. Dia ditunjuk sebagai pelatih U-23 Arsenal yang tak dapat ditolaknya.

Ljungberg memang pernah menjadi manajer tim akademi Arsenal pada 2016, tapi kariernya tak berlangsung lama. Hanya dalam beberapa bulan dia pindah ke Wolfsburg jadi asisten pelatih.

Tawaran kedua datang lagi, kali ini tak bisa ditolak. Ljungberg serius ingin berada di Arsenal dan membantunya keluar dari lembah hitam.

“Saya senang bisa kembali ke Arsenal. Arsenal selalu menjadi tempat yang spesial bagi saya. Saya sangat gembira bisa mendapat kesempatan bekerja sebagai manajer tim U-23 Arsenal,” kata Ljungberg di-copas dari Liputan6.

“Saya sudah tidak sabar bekerja dengan talenta-talenta muda yang kami punya di Arsenal. Saya mengenal banyak dari mereka. Saya akan bekerja keras agar dapat membantu mereka berkembang dan menjadi pemain kelas dunia.”

Lucunya, Ljungberg yang jauh lebih senior malah menjadi bawahan Per Mertesacker, alumni Arsenal kemarin sore. Mertesacker bakal diplot sebagai Direktur Akademi di Arsenal untuk musim depan.

Bukan cuma Ljungberg yang jadi bawahan. Lejen lainnya, Robert Pires, juga kabarnya rela jadi bawahannya Unai Emery. Hal itu dia lakukan agar Arsenal bisa kembali berjaya seperti sedia kala.

Selepas pensiun, Pires yang wajahnya mirip artis itu masih suka numpang latihan di markas latihan Arsenal untuk menjaga kebugaran. Alhasil dia masih kenal dengan pemain-pemain “The Gunners” zaman now. 

Ternyata, Pires menawarkan diri jika tenaganya dibutuhkan oleh Arsenal. Bahkan siap jika ditunjuk jadi stafnya Emery. Sebuah kode-kode keras biar tak lagi jadi pengangguran.

“Jika saya jadi staf Emery, saya bakal membantunya sepenuh hati. Saya akan memberikan saran tentang para pemain. Saya juga bisa menjadi jembatan antara Emery dengan pemain. Pasalnya saya tahu apa yang dirasakan oleh para pemain,” kata Pires.

Arsenal sungguh beruntung punya Iluni yang cukup kuat dan kompak. Meski para alumninya sudah tak di Arsenal lagi, tapi perhatian dan pikirannya masih di sana. Manfaatkanlah kebaikan hati para alumnimu itu, Nal!

Main photo: UNILAD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here