Turnamen International Championship Cup (ICC) secara resmi telah dimulai sejak beberapa hari lalu. ICC ini adalah sebuah turnamen pra musim yang awalnya ditujukan dengan target penonton Amerika dan Asia untuk meningkatkan minat terhadap sepak bola. Bagi klub, hitung-hitung sekalian promosi dan jualan.

ICC memang menjadi sarana bagi tim-tim besar Eropa untuk melebarkan sayapnya dalam menyasar pasar internasional. Ajang ini juga menjadi tempat bagi para pemain muda klub bisa unjuk gigi kepada pelatih. Syukur-syukur bisa menjadi skuat utama pada musim mendatang.

Untuk gelaran ICC 2018 ini, kompetisi diadakan di tiga benua yang berbeda yaitu Asia, Amerika, serta Eropa. Terhitung ada 11 negara yang akan menjadi tempat perhelatan kompetisi pra musim tersebut.

Turnamen ini bisa juga dibilang sebagai kompetisi ‘rasa’ liga Champions. Mungkin ke depannya panitia bisa melakukan variasi rasa lain seperti turnamen rasa green tea yang sedang ngetren.

Total ada 19 klub dari enam negara dengan ranking kompetisi terbaik di Eropa. Dapat dikatakan bahwa setiap laga yang tersaji merupakan big match. Mirip dengan kompetisi Liga 1 Indonesia yang hampir tiap laga bertajuk big match juga.

Untuk penonton Indonesia, siaran ICC dapat disaksikan melalui televisi nasional yaitu TVRI dan INews sedangkan TPI, TV7, maupun Lativi dikabarkan tidak memiliki hak siar atas pertandingan.

Empat pertandingan besar yang dimainkan di Amerika sudah digelar pada hari ini. Jawara Serie A berhadapan dengan jagoan Bundesliga. Pada pertandingan yang digelar di Lincoln Financial Field, Juventus berhasil menang atas Bayern Munchen dengan skor mantap 2-0.

Cristiano Ronaldo sendiri dipastikan belum bisa hadir pada turnamen yang kalau orang  Amerika sana menyebutnya sebagai soccer. Meski begitu, striker berondong “Si Nyonya Tua” yaitu Andrea Favilli berhasil mencuri perhatian dengan memborong semua gol pada laga tersebut.

Gol pertama Favilli tercipta pada menit ke-32. Berawal dari kesalahan backpass bek Bayern, Claudio Marchisio berhasil mendapat bola dan mengopernya ke depan kotak penalti. Favilli yang sudah menunggu langsung saja melepaskan tembakan ke gawang. Untung saja sepakannya tidak melebar macam jok motor NMax.

Berselang delapan menit kemudian, striker yang namanya mirip merk sepeda bayi itu kembali mencetak gol. Memanfaatkan umpan Alex Sandro, dengan mudah ia menaklukan Sven Ulreich untuk kedua kali. Hingga berakhir, kemenangan tetap menjadi milik “Bianconeri” dengan skor 2-0.

https://twitter.com/ForzaJuve2017/status/1022285127194435584

 

Sementara itu laga antar tim Premier League tersaji kala Liverpool berjumpa dengan Manchester City. Pertandingan digelar di MetLife Stadium yang lapangannya terlihat blentang-blentong macam sawah habis dibajak. “The Reds” berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 berkat gol dari Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Gol baru tercipta pada babak kedua dimana City berhasil unggul lebih dahulu melalui Leroy Sane. Mendapat terobosan dari Bernardo Silva, Sane langsung tancap gas macam maling lolos dari kejaran massa. Tanpa harus melepas sepatunya, Sane mengungguli Virgil van Dijk yang mengejarnya. Dengan tenang Sane melepaskan tembakan terarah untuk membuat City unggul 1-0.

Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama. Mohamed Salah yang baru masuk ke lapangan berhasil membuat gol melalui sentuhan pertamanya. Umpan lambung Rafael Camacho diselesaikan dengan sebuah sundulan offside namun tidak ketahuan wasit.

Gol kemenangan Liverpool baru tercipta pada masa injury time. Wasit menunjuk titik putih setelah Dominic Solanke dijatuhkan di kota penalti. Mane yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan memperdaya Joe Hart. Bola tendangan Mane yang mengarah ke tengah, malah dibaca Hart dengan bergerak ke kanan. Mesti banyak belajar membaca lagi sepertinya si Hart.

https://twitter.com/brfootball/status/1022300241414873088

Pada tempat lain hujan gol terjadi kala AS Roma bertemu dengan Tottenham Hotspur. Total ada lima gol yang semuanya tercipta di babak pertama. Spurs keluar sebagai pemenang setelah melibas serigala asal ibukota Italia.

Bertanding di SDCCU Stadium di San Diego tanpa Hills, Roma unggul lebih dulu melalui gol dari Patrick Shick. Baru tiga menit pertandingan berjalan, Shick memberikan pekerjaan pertama Michel Vorm pada laga itu yaitu memungut bola.

Sempat tertinggal satu gol, “The Lily Whites” langsung membalasnya dengan empat gol. Tidak adil memang, padahal mereka hanya dibobol satu kali, tapi balasnya banyak sekali. Roma juga hanya bisa read doang alias tidak bisa membalas lagi kelakuan dari Spurs.

Striker jangkung Fernando Llorente berhasil mencetak dua gol balasan kurang dari 20 menit laga berjalan. Spurs unggul 2-1. Gol ketiga Spurs kemudian lahir dari kepala seorang Lucas Moura. Bukan dari seorang ibu. Umpan silang Serge Aurier berhasil dimanfaatkan Moura dengan sebuah sundulan terarah.

Gol kedua Moura dua menit jelang babak pertama usai menjadi yang terakhir pada pertandingan tersebut. Memanfaatkan bola liar di kotak penalti, Moura melepaskan tembakan mendatar terukur meski ia tidak bawa-bawa penggaris ke dalam lapangan. Skor 4-1 tidak berubah pada babak kedua membuat Spurs berhak menang atas lawannya.

Laga lainnya menunjukan sebuah pertandingan unik dan langka ketika Manchester United berhadapan dengan AC Milan. Kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal pertandingan. MU unggul berkat gol yang diciptakan oleh Alexis Sanchez pada menit ke-12.

Memanfaatkan terobosan ala L1+segitiga PES, Sanchez menggiring bola hingga ke depan gawang. Untung saja tidak keterusan sampai rumah. Sampai di depan gawang, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Sanchez langsung menendang bola dan menaklukan Gianluigi Donnarumma.

Hanya tiga menit berselang Milan membalas melalui sepakan Suso tanpa kental manis. Umpan terobosan dari seorang temannya berhasil dikonversi oleh Suso menjadi sebuah gol penyama kedudukan. Kedua tim bermain imbang selama 90 menit membuat pertandingan langsung dilanjutkan pada babak adu penalti.

https://twitter.com/YuliLow/status/1022355931793960961

Di sinilah keunikan terjadi. Jalanannya adu penalti berlangsung cukup panjang meski tidak sepanjang Jalan Pos. Total ada 26 kali eksekusi pada penalti yang berakhir dengan kedudukan 9-8 untuk kemenangan MU. Bahkan ada beberapa pemain sampai dua kali menendang penalti karena penendang sudah habis, sehingga gilirannya diulang lagi.

Franck Kessie patut menjadi man of the match sebab gagal melakukan tugasnya mengeksekusi penalti. Rada bahaya, bisa-bisa kalau skornya masih sama terus penonton juga disuruh ikut menendang.

Main photo: kooxda.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here