Dalam beberapa hari ke depan, Mauro Icardi mungkin akan susah tidur dengan nyenyak. Bukan karena keberisikan kucing mau kawin, tetapi karena kontroversi yang terjadi pada dirinya baru-baru ini hingga membuatnya dibenci banyak pihak. Mulai dari ancaman Fans Inter hingga mafia Sisilia ala film The Godfather.

Hubungan antara Icardi dan fans “I Nerazzurri” memang tidak akur belakangan ini. Renggangnya hubungan mereka dimulai saat striker asal Argentina itu mengeluarkan unek-unek dan menantang suporter melalui buku yang ditulisnya Sempre Avanti, saat timnya ditekuk Sassuolo 1-3, Februari 2015.

“Saya siap menghadapi mereka satu-satu. Ada berapa banyak mereka? 50, 100, 200 orang? Oke, rekam pesan saya dan biarkan mereka mendengarnya. Saya akan bawa 100 orang kriminal dari Argentina yang akan membunuh mereka di tempat mereka berdiri,” ujarnya ketika itu, sok, seperti dikutip Goal.

Penyesalan selalu datang belakangan. (News of The Day)
Penyesalan selalu datang belakangan. (News of The Day)

Bagai kompor disulut api, jelas ancaman Icardi mengundang reaksi panas dari suporter Inter garis keras, Curva Nord, kelompok ultras terbesar Inter di Giuseppe Meazza.

Andai yang ingin didatangkan Icardi adalah 10 pemuda untuk mengguncangkan dunia ala Bung Karno, mungkin kelompok Curva Nord tak akan semarah itu.

“Icardi, menurut kami, Anda telah berakhir,” demikian balasan pihak ultras. “Mengapa Anda menuliskan fiksi kotor seperti itu? Kami merasa ngeri dan buku itu terlihat konyol dan insiden itu hanya bualan belaka.”

Kekesalan suporter makin membuncah setelah Icardi gagal mengeksekusi penalti melawan Cagliari. Tendangannya bahkan tidak menuju ke arah gawang, seolah sibuk mencari ‘lubang’ yang lain.

Fans Inter kemudian kalap, mulai dari mendesak manajemen untuk mencopot ban kapten Icardi hingga menyerang mobil sang pemain.

Stasiun TV 7Gold mengabarkan sekitar 40 suporter menyambangi Icardi hingga ke rumahnya di Italia. Meski tidak sampai memakai helm dan membawa bendera Slank, para suporter itu berusaha menyerang mobil Icardi.

“Kami di sini, kapan kawan-kawanmu dari Argentina datang? Akankah kau peringatkan kami atau melakukannya seperti pengecut?” tulis spanduk yang dibawa para suporter sebagai pesan balasan kepada Icardi.

Rombongan suporter tersebut akhirnya membubarkan diri setelah petugas keamanan yang datang belakangan seperti polisi-polisi di film India, mengawal ketat sang pemain. Seketat celana dalam Superman.

Istri Icardi, Wanda Nara yang makin terlihat seksi, sempat mengeles bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi di rumahnya. “Tak ada yang terjadi ketika kami sampai di rumah. Kami bisa kembali ke rumah tanpa masalah,” ujar Wanda tanpa Hamidah ini, seperti dikutip FCInter1908.

Mafia Ikut-Ikutan

Ancaman tak berhenti sampai di situ. Mafia asal Sisilia juga ikut-ikutan mengancam Icardi karena sebal dengan ulahnya yang menyelingkuhi Wanda Nara.

Jurnalis radio asal Argentina, Carlos Monti, mengabarkan bahwa mafia Sisilia menawarkan jasa balas dendam berupa mematahkan kaki Icardi kepada Maxi Lopez, mantan rekan setim Icardi di Sampdoria yang notabene mantan suami Wanda.

Lopez memang tak lagi sahabatan dengan Icardi setelah rekannya itu ketahuan ‘ada main’ dengan Wanda. Lopez tentu bete setengah mati, rasanya memang sungguh tidak enak ditikung teman sendiri.

Memang sangat berbahaya jika mafia Italia sudah turun tangan. Jika Lopez mendapatkan tawaran yang tak dapat ditolak atau an offer he can’t refuse ala Don Corleone di film The Godfather, Icardi tentu sudah patah kakinya.

Kubu Inter sendiri dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mencopot ban kapten Icardi atas ulah-ulah kontroversialnya tersebut, yang sampai dibenci banyak pihak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here