Oleh: Paundra Jhalugilang

Sudah enam pertandingan Liga Primer, Zlatan Ibrahimovic belum lagi menambah pundi-pundi golnya. Bahkan dia terlihat ‘mandul’ saat melawan Burnley di Old Trafford akhir pekan lalu. Mengapa begini?

Jika jawabannya memang hanya Ibra dan Tuhan yang tahu, tulisan ini pun akan selesai hanya dengan 46 kata saja. Seperti nomor motornya Valentino Rossi.

Tentu tidak demikian. Tulisan kurang berguna ini tetap akan membedah mengapa Ibra tak setajam biasanya. Apalagi setelah melihat beberapa peluang yang disia-siakannya saat melawan Burnley. Entah kurang beruntung atau memang kiper Burnley, Tom Heaton, yang terlampau super saat itu.

Tercatat setidaknya ada tujuh peluang platinum saat menghadapi tim gurem itu. Bukan emas lagi, tapi platinum. Satu peluang mengenai tiang, tiga peluang tidak menemui sasaran cenderung jadi bahan tertawaan.

Kemudian ada tiga yang diselamatkan Heaton, salah satunya menepis tendangan voli khas Ibra yang 90 persen menjadi gol. Peluang tersebut memang cukup epic. Saat fan Manchester United (MU) sudah siap berdiri dan berteriak ‘gol’ sambil menahan pipis, nyatanya bola malah mengenai tangan Heaton.

Heaton sendiri tampak mengerang kesakitan sambil memegangi tangannya. Kata dia, rasanya seperti mau patah. “Untungnya bola tembakan Ibra mengenai saya, tapi hampir mematahkan lengan saya,” tuturnya.

Yang jelas, pertandingan tersebut menjadi puncak kemandulan Ibra tanpa Azhari itu. Dia menggenapkan enam pertandingan tanpa mencetak gol di Liga Primer.

Sebelumnya saat melawan Liverpool, Chelsea, dan Manchester City, mantan pemain PSG, Milan, dan masih banyak lagi itu juga banyak membuang peluang. Peluang kok dibuang-buang, memangnya kertas bawah bakpau? Selalu dibuang dan tak pernah dimakan.

Dari total 540 menit bermain pada enam laga terakhir, pemain berusia 35 tahun itu melepaskan 35 tendangan ke gawang. Sesuai dengan usianya. Tapi tidak ada satupun gol dan assist yang tercipta. Kalau istilahnya orang kampung yang suka main tarkam (antar kampung-red), dibilangnya ‘bau’ sekali.

Ibra mungkin mulai lelah. Mungkin butuh istirahat, butuh penyegaran, butuh minuman berkeringat. Wajar toh, dia selalu tampil 90 menit dalam 10 pertandingannya di Liga Primer. Bagaimana tidak suntuk?

Se-hornyhorny-nya Sora Aoi acting di film JAV, pasti pernah bosan juga dan tak bernafsu saat melakoni adegan panas. Sehebat-hebatnya pemain bola pasti juga pernah merasa lelah dan suntuk. Begitu juga dengan Ibrahimovic, dewanya masyarakat bola Swedia.

Musim ini, dari 15 pertandingan di segala kompetisi, baru sekali dia diistirahatkan total tak bermain saat melawan Fenerbahce di Liga Malam Jumat. Baru sekali pula dia tampil dari bangku cadangan dan bermain selama 27 menit saat melawan Feyenoord di kompetisi yang sama.

Sebanyak 13 pertandingan lainnya, Ibra selalu tampil penuh 90 menit. Apalagi di Liga Primer, Ibra selalu dipasang terus-terusan oleh Jose Mourinho seolah dia tak kenal lelah. Padahal kelinci Energizer saja juga perlu ganti baterai, apalagi manusia. Mungkin itulah salah satu penyebab merosotnya penampilan Ibra.

Lantas, Ibra mesti apa? Jawabannya ada beberapa versi. Pertama, dia bisa diistirahatkan sambil nyeruput kopi di pinggir lapangan. Berada di bench untuk melihat rekan-rekannya bermain juga bisa mengembalikan ketajamannya. Ibra bisa melihat lebih luas titik lemah lawan dan bisa dimanfaatkan ketika masuk sebagai pemain pengganti.

Kedua, hang-out. Ibra butuh relaksasi. Tak perlu jauh-jauh ke Timbuktu, tetapi cukup menikmati suasana kota Manchester sambil ngopi-ngopi sambil bercengkerama bersama keluarga.

Jika perlu, bisa mendatangi beberapa tempat pijat yang menyediakan layanan plus-plus. Seperti di Mangga Besar atau Hayam Wuruk. Jika terlalu jauh, mungkin bisa dicari layanan serupa yang ada di Manchester.

Dengan pijat plus-plus pula, siapa tahu dia dapat kembali ‘perkasa’ dan mampu membuat ‘gol’ lagi ke gawang lawan. Titik rangsangnya bisa ditemukan sehingga dia tak lagi mandul seperti sebelumnya.

Ketiga, ambil cuti dan liburan ke Bali. Jelas ini tak bisa sembarangan. Ibra tentu harus melewati izin Mou dan prosedur di Old Trafford. Tapi tak ada salahnya coba-coba, siapa tahu berhasil.

Yang jelas, beberapa rekomendasi tersebut tentu terlihat konyol. Tapi soal keletihan Ibra itu mungkin saja terjadi. Jangan mentang-mentang punya badan gede lalu bisa bermain terus-terusan tanpa istirahat.

Ibra juga manusia, jangan samakan dengan pisau belati. Begitu kata Seurieus band yang sudah lama tak pernah nongol itu.


paundraPaundra Jhalugilang

Penulis adalah pemuda harapan bangsa yang biasa-biasa saja. Bekas wartawan tanpa pengalaman yang melihat sepakbola dengan penuh pesona. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here