Pada malam Jumat yang cakung (cuaca mendukung), Zlatan Ibrahimovic dan Edin Dzeko, tampil perkasa. Bukan untuk melaksanakan sunnah Rasul, tetapi membantu timnya masing-masing meraih kemenangan di babak 32 besar Liga Malam Jumat alias Liga Europa.

Pada malam Jumat itu, kedua striker top dunia mencetak ‘gol’ yang lain sampai tiga kali. ‘Gol’ kali ini bermakna sebenarnya alias denotatif yang sudah jelas bikin ‘puas’ klubnya masing-masing.

Ibra membantu Manchester United (MU) mengalahkan Saint-Etienne, tim kakaknya Paul Pogba yang kurang jago itu, dengan skor 3-0. Ketiga gol Ibra biasa saja, tidak ada yang spesial.

Gol pertama lahir dari sepakan malu-malu tendangan bebas mendatar yang deflect pemain Saint-Etienne. Gol kedua Ibra juga tidak capek-capek dalam membuat gol. Tinggal cebok saja ke gawang usai mendapat bola muntah tendangan Markus Rashford.

Gol ketiga cuma dilesakkan lewat titik penalti. Itu pun penaltinya juga diragukan karena Ibra tiba-tiba james alias ‘jatuh lemes’ padahal kontak yang dilakukan pemain lawan sangat minim.

Biar bagaimanapun, judulnya tetap hattrick dan jadi man of the match. Setidaknya masuk ke situs UEFA jadi kalau ada yang iseng cari nama Ibra, pernah tertera sebagai man of the match pertandingan Liga Europa. Ibra tanpa Azhari sendiri sudah mengemas lima gol di Liga Malam Jumat.

“Saya senang bisa mencetak tiga gol ini dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada teman-teman setim saya,” ucap Ibra dikutip CNN. 

Berbeda dengan Dzeko yang membantu Roma tanpa Irama mengalahkan Villarreal dengan skor telak 4-0. Striker asal Bosnia itu mencetak gol-golnya lebih keren dibanding Ibra.

Pada gol pertama, Dzeko sukses mengecoh bek Villarreal yang bisa bikin patah pinggang. Gol kedua lewat tendangan first time usai menerima umpan membelah lautan dari Juan Jesus. Gol ketiga juga sedikit pakai usaha sendiri dengan beberapa sentuhan sebelum melepaskan bola ke dalam gawang. Kalau ke luar gawang bukan gol namanya.

Meski begitu, Dzeko melihat capaiannya itu dengan biasa saja. Bahkan sedikit belagu. “Ini bukanlah kejutan karena saya selalu mencetak gol,” kata Dzeko.

Biar belagu, nyatanya pemain berusia 30 tahun itu memang lagi tajam-tajamnya musim ini. Dia sementara jadi pencetak gol terbanyak Liga Europa (8 gol) dan Liga Italia (18 gol). Bahkan dalam tujuh laga terakhir dia selalu mencetak gol.

https://twitter.com/EuropaLeague/status/832348365081944064?ref_src=twsrc%5Etfw

Main photo credit: Digitallpost

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here