Drama ¾ lusin gol terjadi pada laga penutupan Tottenham Hotspur dan Leicester City di Premier League musim 2017/2018. Laga seru dengan banyak gol seperti pertandingan amal tersebut berakhir dengan kemenangan Spurs 5-4 atas tamunya.

Pada pertandingan yang digelar di Wembley Stadium tersebut kedua tim saling berbalas gol sepanjang laga. Masih untung berbalas gol, andai berbalas utang budi bisa-bisa malah jadi sepak bola gajah.

Walau bertandang, Leicester justru mencetak gol terlebih dahulu. Pada menit keempat, Jamie Vardy menuntaskan umpan free kick Riyad Mahrez dengan sebuah sundulan tipis. Sundulan jidat kanannya berhasil memperdaya Hugo Lloris yang memakai seragam kuning macam kader Golkar.

Namun keunggulan Leicester tersebut tidak bertahan selama masa pemerintahan Soeharto ketika menjadi presiden Indonesia. Hanya selang tiga menit kemudian Spurs membalas lewat Harry Kane membuat skor imbang 1-1.

Leicester kembali unggul setelah mereka mencetak dua gol tambahan. Gol Mahrez pada menit ke-16 disusul oleh Kelechi Iheanacho pada awal babak kedua yang membuat publik Wembley diam mati gaya dan paling-paling main HP saja. Pasalnya tim kesayangan mereka sudah tertinggal 1-3 saat babak kedua baru berjalan beberapa menit.

Tapi Spurs kembali langsung mencetak gol untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-3. Erik Lamela yang sudah berada di depan menerima umpan enak tinggal lep saja seperti Sosis So Nice. Asal jangan dimakan sama bungkus-bungkusnya mentang-mentang judulnya tinggal lep.

Pertandingan tambah seru ketika Christian Fuchs yang berbaju biru macam galon air menjebol gawang rekannya sendiri di menit ke-53 dengan sebuah tendangan dengkul.

Spurs sukses comeback dan berbalik unggul jadi 4-3 lewat kaki Lamela. Fans Spurs takjub dan girang luar biasa melihat timnya sudah ketinggalan 1-3 bisa berbalik arah jadi 4-3.

Lamela yang sepertinya hobi berdiri di depan gawang kembali membobol gawang lawan dengan enak hasil umpan tarik dari sisi kanan. Andai hobinya memancing, mungkin ia tidak akan mencetak gol dan sedang berada di empang dekat rumahnya menunggu umpan dilahap ikan.

Pertandingan jadi tambah seru saat Vardy menyamakan kedudukan 4-4 pada menit ke-73. Pokoknya enggak rugi menontonnya. Terobosan datar dari Mahrez diselesaikan dengan tendangan “jeb.. jeb.. jebbreeetttt” yang tak kuasa dibendung Hugo Lloris.

Striker enak yang kalau dibalik menjadi ‘Kane’ akhirnya menjadi penentu kemenangan Spurs dengan mencetak gol terakhir pada laga itu. Penyerang timnas Inggris tersebut mencetak gol dengan metode kotak+R2 kalau di PES dari dalam kotak penalti. Hingga pertandingan berakhir, skor 5-4 bertahan untuk kemengangan Spurs atas tamunya.

Kemenangan “The Lily Whites” tersebut memastikan mereka menyelesaikan musim di tempat ketiga. Meski tidak sebaik musim lalu di mana mereka berakhir di posisi runner-up, pasukan Mauricio Pochettino selalu konsisten untuk tidak juara namun berada di empat besar dalam tiga musim terakhir.

Apalagi Spurs total ‘hanya’ menggelontorkan dana sebesar 50 juta poundsterling dalam empat tahun terakhir sejak Pochettino melatih klub tersebut. Namun Pochettino masih merasa kurang dengan pencapaian tersebut. Jelas saja, sebab Spurs menurutnya cuma jadi tim penggembira empat besar saja tanpa meraih gelar.

Ia menilai bahwa manajemen klub kurang punya ambisi untuk membawa Spurs meraih gelar yang tentunya tak membutuhkan dana sedikit.

“Banyak yang harus dibicarakan antara kami dan pihak klub. Mereka sudah tahu betul apa yang kami harus lakukan dan saya tidak tahu apakah klub sepakat dengan saya atau tidak, tapi kami harus mulai berbicara pekan depan terkait proyek baru tim ini,” ujar Pochettino dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Sporf/status/995693948088864769

Main photo: chiefstain.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here