Para pecinta sepak bola Italia boleh bergembira dengan keputusan UEFA untuk menambah jatah di Liga Champions. Tapi jangan senang dulu, aturan itu baru berlaku pada musim 2018/19.

Italia akan mendapat kuota tambahan dari yang tadinya tiga tim kini menjadi empat tim. Kabar gembira itu jelas disambut para klub yang sedang berburu tiket dan duit bermain di Liga Champions.

Sebut saja tim-tim besar yang mulai lupa gimana rasanya main di Liga Champions kayak dulu, seperti Milan, Inter, Lazio, dan Fiorentina. Atau tim-tim tanggung macam Atalanta, Torino, Sampdoria, dan Udinese yang masuknya jarang-jarang.

Kuota tersebut juga memberikan peluang bagi klub-klub semenjana macam Pescara, Crotone, Cremonese, Padova, Frosinone, Benevento, Ternana, Pro Vercelli, Cittadella, SPAL, sampai Perugia, yang namanya saja mungkin baru dengar.

Tidak ada yang tahu rencana Tuhan, barangkali saja musim 2018 seterusnya salah satu dari mereka bisa main di Liga Champions. Apalagi, beredar kabar bahwa keempat tim teratas Seri A bisa langsung lolos ke babak utama. Tak perlu lewat kualifikasi lagi.

Italia memang ditambah jatahnya setelah koefisiennya di UEFA meningkat, masuk ke jajaran empat besar bersama Spanyol, Jerman, dan Inggris. Mereka mengambil jatahnya Portugal yang keluar dari jajaran enam liga terbaik di Eropa. Selain Italia, Prancis dan Rusia juga dapat tambahan kuota.

“Spanyol, Jerman, Inggris, dan Italia telah dikonfirmasi menjadi empat teratas melihat dari apa yang terjadi di perempat final. Portugal berada di luar enam besar dan Prancis serta Rusia masuk ke enam besar,” tulis pernyataan resmi UEFA.

Pernyataan UEFA tersebut semakin meyakinkan bahwa ini bukan kabar bohong. Bukan sekadar hoax yang ada di grup-grup Whatsapp.

Koefisien Italia memang sempat turun beberapa tahun lalu karena minimnya prestasi klub-klub Negeri Pizza itu di kancah Eropa. Terakhir kali yang berprestasi adalah Inter Milan yang menjuarai Liga Champions tujuh tahun lalu.

Setelah itu, semuanya pada keok. Belakangan bahkan cuma terlihat Juventus saja yang berjuang sendirian meski rada babak belur juga. Juve sempat masuk ke final dua musim lalu, tapi sayang cuma ‘nyaris’ juara. Tapi itu saja sudah lumayan bagi persepak bolaan Italia.

Main photo credit: italy24.ilsole24ore.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here