Penyakit kiper sekaligus kapten Inter Milano, Samir Handanovic, yang suka dipelesetkan jadi Hondacivic, kembali kambuh. Namun penyakit yang kambuh kali ini bukan bengong plonga-plongo. Melainkan blunder gagal tangkap bola dengan sempurna.

Hal itu terjadi saat bertandang ke markas Napoli tadi malam. Handa harusnya bisa dengan mudah mengantisipasi bola umpan silang Lorenzo Insigne. Namun bola yang sudah ditangkapnya terlepas dan meluncur pelan masuk ke gawang sendiri.

Handa mungkin terganggu akibat kena benturan dengan Stefan de Vrij yang tak sengaja menangkapnya. Namun tetap saja kejadian ini terbilang kocak.

Gara-gara gol ini catatan kemenangan beruntun Inter yang sudah banyak banget langsung berhenti. Soalnya, Inter cuma bisa membalasnya satu kali lewat gol Christian Eriksen.

Padahal, Inter dua kali mampu mengenai tiang tepat sasaran dari situasi bola mati. Namun sayang, gawang Napoli kurang besar. Andai lebih besar 5 meter saja mungkin dipastikan gol.

Eriksen sukses menyamakan kedudukan di babak kedua lewat tendangan halilintar tanpa Atta dan Aurel. Sebuah tendangan dari luar kotak penalti jeger bersarang di gawang Alex Meret.

“Kami kehilangan dua poin dibandingkan dengan Milan akhir pekan ini. Hasil imbang di Napoli tidak bisa diabaikan,” ucap Conte, seperti dikutip dari Football Italia, disalin dari Kompas.

“Ini adalah pertandingan yang sulit seperti masa lalu, yang bisa membuat kami kalah atau membuat kepala kami tertunduk. Namun, tim tidak pernah keliangan arah, bahkan saat ketidakberuntungan terjadi, seprti gol bunuh diri,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here