Patrik Schick mengundang decak kagum sebagian besar pecinta bola di seluruh dunia. Gol yang dia ciptakan benar-benar sangat cantik, indah, luar biasa, dan bikin kejang-kejang. Ya betul, bikin kejang-kejang kiper lawannya.

Pertandingan pertama Ceko melawan Skotlandia memang diakhiri oleh kemenangan Ceko 2-0. Schick bukan hanya jadi pencetak dua gol kemenangan tersebut, tetapi juga membuat sebuah gol yang sangat sangat sangat indah berkelas. Pokoknya bingung deh mau kasih pujian apalagi. Speechless.

Mantan calon pemain Juventus pada masanya itu membuat gol pertama pada menit ke-42. Dia memanfaatkan umpan silang Vladimir Coufal melalui sundulan jidat kirinya untuk menembus gawang Skotlandia yang dikawal David Marshall.

Gol itu memang biasa-biasa saja. Umum terjadi. Lumrah. Mainstream. Yang tidak lumrah itu gol keduanya. Dicetak pada menit ke-52 lewat sebuah serangan balik, tapi Schick benar-benar “sick”.

Dia dengan cepat memutuskan untuk menendang bola dari tengah lapangan ke gawang Skotlandia. Dia menendangnya dari jarak 45 meter. Jelas itu adalah jarak yang lebih jauh dari jarak pantauan polisi lalu lintas saat mengincar calon korban tilangnya.

Bukan cuma jarak saja, tetapi juga proses tendangannya yang bisa melengkung berbelok arah itulah yang bikin orang geleng-geleng kepala. Pusing dibuatnya.

Kalau hanya menendang dari jauh, tentu David Beckham pernah melakukannya. Bahkan Dejan Stankovic jauh lebih berkelas lagi saat membobol gawang Manuel Neuer lewat tendangan volinya.

Namun bedanya dengan Schick, dia tidak lihat posisi gawangnya terlebih dahulu, langsung menendang meski posisinya tidak lurus dengan gawang. Mungkin dalam sepersekian detik, dia melihat posisi Marshall jauh meninggalkan gawangnya.

Jelas saja ini merupakan tendangan spekulatif alias coba-coba. Namun penyelesaiannya luar biasa. Berada jauh dan tidak lurus ke gawang, bola mampu berbelok arah, seperti ada jurus di kakinya.

Pokoknya benar-benar tidak habis pikir. Ahli fisika mesti membongkar hitung-hitungannya kenapa bisa keluar tendangan pisang raja yang paling enak seperti itu. Raffi Ahmad atau Atta Halilintar belum tentu bisa melakukan gol seperti ini.

Gol tersebut merupakan gol terjauh sepanjang pergelaran Euro. Uniknya, Schick sudah merencanakannya dari babak pertama. Mungkin karena sudah melihat kebiasaan jelek Marshall yang suka sok-sokan berpikir menjadi Manuel Neuer.

“Saya melihat kiper keluar dari gawangnya. Saya sudah memperhatikan pada babak pertama bahwa situasi ini akan datang. Saya memantau di mana dia berdiri,” ucap Schick dikutip Bolasport.

Luar biasa, Schick!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here