Juventus akhirnya sukses mengempaskan tim calon Scudetto musim ini, Spezia, dengan skor meyakinkan 4-1. Meski demikian, pelatih Andrea Pirlo punya hobi unik nan mengerikan.

Walau berstatus promosi, Spezia memang merupakan salah satu calon scudetto musim ini. Ya betul, mereka satu dari 20 tim yang punya peluang scudetto. Meski entah peluangnya berapa persen.

Yang jelas Spezia tak boleh dicoret dari daftar calon Scudetto. Tak ada yang bisa memprediksi takdir Tuhan jika Spezia ditakdirkan scudetto musim ini.

Pirlo sebagai pelatih newbie sukses memberikan skor yang memuaskan lagi setelah beberapa laga hasilnya bikin Juventini kesal dan ribut sendiri. Tagar #PirloOut mulai disiapkan.

Menghadapi Spezia, Juve berhasil unggul duluan lewat gol nyaris offside Alvaro Morata. Skema permainan yang keren dari Lord Danilo berujung pada Weston McKennie yang wajahnya mirip Ucil “Tuyul dan Mbak Yul”.

McKennie enggak pede bikin gol setelah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Ivan Provedel. Bola dioper ke Alvaro Morata yang lagi “jomblo” lalu diakhiri dengan tendangan standar.

Wasit sempat ragu dan menanyakan petugas VAR. Sekarang setiap Morata bikin gol memang harus dicek dulu offside atau enggak. Ujung rambutnya memang kerap keduluan.

Syukurlah setelah melihat tayangan VAR, gol Morata disahkan. Tapi jangan senang dulu, setelah ini ada gol offside Morata lagi yang dianulir.

Dapat operan dari belakang, Morata bawa lari itu bola dari tengah lapangan sampai membobol gawang Spezia. Kali ini dihitung offside. Pokoknya memang harus ada gol anulirnya Morata di tiap pertandingan. Kalau enggak gitu enggak afdol.

https://twitter.com/goal/status/1322905487210389504

Lagi asyik menyerang, Spezia justru tampil agresif. Mereka mampu membahayakan gawang penjaga gawang renta, Gigi Buffon. Sampai akhirnya kebobolan oleh Tommaso Pobega.

Di babak kedua, Spezia mengambil alih permainan. Gawang Juve malah dibombardir serangan-serangan calon Scudetto. Tapi memang itulah hobinya Pirlo.

Pirlo mau kasih Juventini sebuah olahraga jantung macam roller coaster. Masak nonton bola maunya tenang-tenang saja. Di mana serunya.

Dari laga-laga sebelumnya juga Pirlo memperlihatkan hal yang sama. Bahkan berujung tragis.

Meski demikian gawang Juve tidak berhasil dibobol. Pirlo menghentikan hobinya, lalu memasukkan abang-abangan Cristiano Ronaldo menggantikan Paulo Dybala yang lagi jadi trending topic.

Benar saja, baru tiga menit masuk, Ronaldo langsung memperlihatkan tajinya setelah absen beberapa pekan akibat Corona. Dia mencetak satu gol hasil dari umpan si Offside Morata.

Adrian Rabiot juga dimasukkan. Kemudian bisa mencetak gol memanfaatkan umpan Federico Chiesa. Gerakannya sempat mencemaskan, Rabiot bisa membuat gol lewat kakinya.

Juve kemudian menutup kemenangan ini lewat gol penalti Ronaldo usai Chiesa dijatuhkan ke bawah. Namanya jatuh memang tak ada yang ke atas.

“Kami bermain bagus pada laga yang ingin kami menangi. Ronaldo membantu kami,” kata Pirlo, dikutip dari lama Football Italia yang disalin dari Kompas.

“Kami sedikit mengubah sistem (pada babak kedua). Kami tahu Arthur (Melo) lebih bebas jika bermain sedikit di belakang. Ronaldo dan (Paulo) Dybala terus meningkat.”

“Kami juga selalu bermain dengan empat bek dalam fase bertahan. Saya memiliki pemain bagus untuk menjalankan peran ini,” tutur Pirlo menjelaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here