Juventus masih mempertahankan unbeaten (baca: anbiten) musim ini di segala kompetisi setelah menuntaskan perlawanan sulit dari Atalanta 3-1. Benar-benar pertandingan yang sulit kalau lawan tim berlogo macam iklan shampoo itu.

Juve memang sudah beberapa kali gagal menang kalau bertandang ke markas Atalanta. Terakhir kali mereka dibantai 0-3 di ajang Coppa Italia.

Apalagi, belakangan Atalanta juga lagi ngeri mainnya. Golin banyak, meski kebobolannya juga banyak.

Pada laga ini, “La Dea” kembali memperlihatkan kegarangannya. Mampu menekan sang juara bertahan sampai titik nadir. Cuma sayang pada rada blo’on saja.

Dapat peluang rendang pakai telur gulai dan ayam, alias lewat penalti, malah disia-siakan. Musa Barrow malah mengincar tiang gawang, bukannya jaring gawang bagian dalam.

Namun Atalanta tak menyerah. Mereka terus menekan cuma kiper Wojciech Szczesny lagi lumayan ganteng mainnya. Ditambah Matthijs de Ligt juga lagi keren sangat. Beberapa kali peluang emas Atalanta dipatahkan mereka berdua.

Sampai akhirnya gawang Juve jebol juga. Ibarat pacar perawan, dirayu-rayu terus lama-lama juga mau.

Sundulan Robin Gosens mampu mengarah ke gawang yang kosong saat pertandingan babak kedua berjalan 10 menitan. Atalanta terlihat bakal memenangkan lagi pertempuran mereka lawan Juventus.

Tapi ternyata Juve yang namanya klub kuat bermental baja, juga punya jalan buat bikin gol. Gonzalo Higuain mampu memanfaatkan peluang menendang sekecil apapun untuk jadi gol.

Pada menit ke-74, tendangan setengah asal-asalan ‘yang penting menendang ke gawang’ ternyata berbuah manis setelah bola berbelok arah mengenai bek Atalanta. Akhirnya pun masuk.

Tak lama kemudian, Higuain kembali mencetak gol untuk membuat Juve membalikkan kedudukan alias comeback lewat sepakan standar menerima operan standar pula dari Juan Cuadrado.

Gol ini sempat diprotes pemain Atalanta karena beberapa detik sebelumnya Cuadrado melakukan handball. Namun apa daya, Juve memang kan suka dapat keuntungan tak terduga dari bapak-bapak wasit.

Sampai akhirnya Paulo Dybala menutup laga dengan gol ketiga pada injury time. Dia melakukan cutting inside usai menerima assist dari Higuain.

Higuain pantas dijuluki sebagai pahlawan dengan tanda jasa di laga ini. Soalnya dia mencetak dua gol dan sebuah assist. Bahkan menjadikannya sebagai pemain paling banyak assist di Juve musim ini.

“Kami sangat beruntung dalam mencetak gol penyeimbang dalam kondisi kacau. Dan dari sana, kami menunjukkan keyakinan dapat memenangi pertandingan,” ucap Maurizio Sarri seperti dikutip Okezone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here