Beberapa pekan jelang bergulirnya Piala Dunia, timnas Inggris malah diguncang masalah internal. Salah satu penyerang mereka, Raheem Sterling, mendapat kecaman dari sejumlah pihak sebab menunjukan tato bergambar senjata di kaki kanannya.

Namun dibalik segala hal didebatkan, Sterling kemudian menyatakan ada alasan mendalam di balik pembuatan tatonya tersebut. Ternyata, kisahnya cukup menyedihkan. Baca artikelnya sampai habis, nomor 5 paling menyedihkan!

Pemain sepak bola modern memang dekat dengan gambaran tubuh yang bertato. Tak sedikit bintang-bintang lapangan hijau rela tubuhnya dibuat gambar yang tidak bisa hilang hanya dengan disabunin. Bertato pun jadi hal yang biasa saja sebenarnya bagi pemain bola di Eropa sana, namun beda cerita dengan yang dialami Sterling.

Kontroversi terjadi setelah Sterling mengunggah foto dirinya ketika sedang menjalani latihan bersama timnas Inggris. Pada foto tersebut terlihat Sterling mengenakan kaus kaki yang lebih pendek dibanding ketika sedang bertanding.

Akibatnya, betis Sterling yang tebal macam talas bogor jadi terlihat. Ternyata pada betis kaki kanan Sterling terdapat sebuah tato dengan ukuran yang lumayan besar meski tidak sampai sebesar lapangan Gelora Bung Karno.

Tato Sterling tersebut juga sepertinya bukan tato hadiah dari permen Yosan yang huruf N-nya masih misterius, atau hasil bikin tato Tancho temporer di abang-abang yang seliweran sepanjang pantai Anyer.

Hal yang menimbulkan kontroversi adalah gambar dari tato Sterling tersebut. Kalau gambarnya pistol air mungkin tidak apa-apa. Asal jangan gambar ‘pistol’-nya si Sterling saja.

Tetapi tato Sterling itu berbentuk senjata M16 yang kalau ditembakan sepertinya bunyinya lebih kencang dibanding petasan banting, petasan teko, maupun petasan jangwe.

Sterling lantas langsung mendapat kecaman setelah The Sun, media yang memang terkenal memiliki sentimen khusus terhadap Sterling memuatnya sebagai berita utama. Bahkan organisasi bernama Mothers Against Guns juga langsung menghujat Sterling dan menyarankan agar sang pemain dikeluarkan dari timnas Inggris.

Perdebatan kemudian semakin memanas di mana banyak tweetwar yang terjadi antara para publik figur di Inggris sana. Mulai dari anggapan terorisme sampai tato yang tak pantas bagi seorang figur publik.

Sterling yang terus menjadi bahan pergunjingan kemudian angkat suara. Melalui Instagram Storynya, Sterling menjelaskan alasan ia membuat tato itu. Tato tersebut bukanlah syarat untuk bergabung bersama kelompok Masberto alias mas-mas bertato. Namun terdapat duka dan makna mendalam dalamnya.

“Ketika saya berusia dua tahun, ayah saya meninggal setelah ditembak. Saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan pernah menyentuh senjata sepanjang hidup saya. Saya menembak dengan kaki kanan jadi itu (tato) memiliki makna yang dalam dan belum selesai,” kata Sterling dalam akun instagram miliknya seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Mendengar cerita itu jelas bikin hati penggemar bola luluh. Tak menyangka di balik wajah enggak santai Sterling, ternyata terdapat kisah sedih nan kejam meski tak sekejam pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan sekitar tahun 1948.

Sayangnya, cerita tersebut kemudian malah berbalik menjadi senjata makan tuan untuk The Sun. Berbagai pihak mendorongnya untuk membuat permintaan maaf. Namun hingga saat berita ini dituliskan, belum ada tanggapan langsung dari The Sun atas kontroversi tersebut.

Biarkan saja, The Sun memang suka begitu. Lempar batu sembunyi tangan, payah. Bisanya cuma kritik doang. Maju terus, Sterling, banyak-banyaklah korban dari “tembakan” M16-mu itu.

Main photo: ran.de

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here