Pindah dari Premier League yang telah membesarkan namanya, Eden Hazard memulai petualangan baru di La Liga. Hazard pun mengungkapkan perbedaan atmosfer sepak bola di Spanyol dan Inggris.

Hazard seperti diketahui telah berada di Inggris selama kurang lebih tujuh tahun terakhir. Bermain untuk Chelsea selama jangka waktu tersebut, tentu Hazard sudah tahu betul karakter para suporter di Premier League.

Mulai dari suporter karbitan, pendukung setia yang selalu datang di tiap pertandingan, sampai pendukung yang datang ke stadion hanya untuk nyopet saja.

Sebelumnya Hazard juga pernah merasakan Ligue 1 ketika membela Lille selama lima tahun. Tapi setelah pindah ke La Liga, Hazard mengaku mendapat pengalaman yang berbeda. Hazard sendiri baru saja diboyong klub kaya raya Real Madrid, mungkin saingannya Hotman Paris.

Ia didatangkan dari Chelsea dengan biaya sekitar 100 juta euro pada bursa transfer musim panas lalu. Hazard dikontrak dengan durasi lima tahun atau hingga 2024 nanti.

Ini jadi kali pertama Hazard menjajal La Liga dalam perjalanan kariernya. Walau baru beberapa bulan berada di Spanyol, ia sudah merasakan nuansa sepak bola di sana. Salah satu yang mencuri perhatian Hazard adalah karakter para suporter di Spanyol.

https://twitter.com/RMadridHome_/status/1173273654278393857

Menurut pemain berusia 28 tahun tersebut, pendukung di La Liga lebih fanatik dibanding di Inggris. Kalau katanya Afgan, “sadis”, bisa disematkan kepada fans di Spanyol yang tuntutannya kepada klub macam Madrid bisa sangat tinggi.

Fanatik boleh-boleh saja, tapi yang tidak boleh adalah jadi suporter yang bodoh. Soalnya fanatik dengan klub tertentu, lalu jadi anti dan kerjanya terus bentrok dengan pendukung klub lain. Tidak ada gunanya melakukan hal-hal seperti itu.

“Saya rasa di sini para fans benar-benar seorang pendukung sejati. Di Inggris tidak terlalu banyak yang seperti itu. Di sana orang-orang menyukai sepakbola dan semua orang, dari yang muda, dewasa, remaja, sangat tertarik dengan sepakbola, tetapi mereka tidak terlalu fanatik dengan timnya,” ujar Hazard kala diwawancara oleh UEFA.

“Ketika saya di Chelsea dan mengalami kekalahan, kami merasa kecewa seperti halnya para fans, tetapi kami tidak pernah menganggap itu sebagai bencana. Di Spanyol rasanya berbeda.”

“Di sini sepakbola adalah segalanya bagi para penggemar, dan tergantung kepada para pemain untuk memberikan segalanya,” ungkap Hazard seperti dikutip dari Detik.

Hazard belum ketemu fans di Indonesia saja. Di negara +62 ini orang-orangnya lebih sadis tapi kocak. Spanduk yang digelar bukan lagi spanduk klub, tapi spanduk lalu lintas, jual rumah, sampai “jangan melawan arus”, aneh-aneh saja fans di negara kepulauan ini.

https://twitter.com/VirginBet/status/1171410041334882309

Main photo: @kroosT8

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here