Tidak bisa dipungkiri dalam beberapa tahun terakhir, nilai transfer seorang pemain terus melonjak tinggi. Belum lagi kalau Senin harga naik macam iklan apartemen Feni Rose. Sebuah klub kini tak segan lagi mengeluarkan uang ratusan miliar demi mendapatkan satu orang pemain saja.

Petinggi Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, ternyata merasa terganggu dengan aktivitas transfer yang gila-gilaan tersebut. Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan akibat ulah Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) di bursa transfer.

Memang dalam dua musim terakhir, PSG sudah memecahkan rekor dunia untuk pembelian pemain. Saat mendatangkan aktor lapangan kawakan asal Brasil yaitu Neymar, mereka mengeluarkan uang hingga 222 juta euro.

Pada musim yang sama juga, PSG mendatangkan remaja 19 tahun dari AS Monaco yaitu Kylian Mbappe. Meski awalnya dipinjam, “Les Parisien” dan Monaco bersepakat pada nilai 145 juta euro plus 35 juta lainnya dalam bentuk bonus untuk biaya transfer Mbappe.

Sementara itu, City sudah bisa dibilang orang kaya lama, meski baru beberapa tahun belakangan saja, setidaknya lumayan lah. Sejak diambil alih oleh pengusaha timur tengah, mereka selalu menjadi yang terdepan dalam mengeluarkan uang di bursa transfer Premier League.

Sifat hedon City di bursa transfer juga ditunjukan belakangan ini. Sejumlah nama dengan harga yang mahal berhasil mereka datangkan ke Etihad Stadium. Sebut saja Bernardo Silva, Leroy sane, John Stones, Kyle Walker, Benjamin Mendy, Raheem Sterling, Aymeric Laporte, Riyad Mahrez, dan Kevin de Bruyne yang semuanya berharga 50 juta euro atau lebih.

https://twitter.com/Stephenson1Ryan/status/1024613231485235200

Pada era Pep Guardiola saja City telah menghabiskan uang sebanyak 598 juta euro atau sekitar 10 triliun rupiah untuk membeli pemain saja. Padahal uang segitu lumayan buat bikin kontrakan mewah di Sukamiskin.

Rummenigge menuding bahwa perilaku City dan PSG di bursa transfer ini adalah biang kerok tingginya harga-harga pemain saat ini. Sirik memang tanda tak mampu, kalau ‘ciye’ biasanya tanda cemburu. CEO Bayern itu menyalahkan City dan PSG yang rela menghabiskan uang demi berburu gelar.

“Kalau harga-harga pemain mengalami inflasi, maka kesalahannya ada di Manchester City dan Paris Saint-Germain. Lihatlah apa yang dilakukan Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir, tanpa harus menghabiskan segalanya. Tidak perlu untuk menggila demi memenangi Liga Champions dan itu juga filosofi kami,” ujar Rummenigge dikutip dari Detik.

Seperti tidak mau menjilat ludahnya sendiri, Rummenigge menegaskan bahwa Robert Lewandowski tidak akan dijual ke klub manapun. Bahkan jika ada yang menawar hingga jutaan euro, sikap Bayern dikatakannya tidak akan berubah.

“Bayern Munich sangat berbeda dengan klub-klub lain yang lemah ketika jumlah tertentu tiba. Kami tak punya minat untuk menjualnya dan tak peduli apakah seseorang menawarkan 100 atau 150 juta (euro). Kualitas terbaik yang kami punya tetap bersama kami,” ujar mantan pemain timnas Jerman tersebut.

Sementara itu Ruminegge masih membuka kesempatan bagi klub yang ingin mengajukan penawaran bagi pemainnya Arturo Vidal. Ruminegge ini sepertinya “man of my words”, harga jual Vidal pun tidak terlalu mahal. Diperkirakan hanya akan berkisar di angka 27 juta poundsterling saja.

Kesempatan ini sepertinya akan dimanfaatkan betul oleh Barcelona. Setelah sukses membajak Malcom dari Roma, kini Inter bisa jadi korban si tukang tikung ini. Klub asal Catalan dikabarkan tengah menyiapkan sejumlah penawaran untuk memboyong pemain mirip masberto alias mas-mas bertato tersebut.

Main photo: bavarianfootballworks.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here