Cristiano Ronaldo mengaku dirinya sedikit heran dengan kebijakan klub pada era sepak bola modern ini di bursa transfer. Menurutnya banyak tim yang ‘berjudi’ dengan mendatangkan pemain dengan harga selangit.

Tidak ‘ngaca’ juga si Ronaldo ini sebenarnya. Padahal baru saja ia ketahuan sebagai orang yang doyan ‘ngaca’. Nilai transfer CR7 dalam dua klub terakhir seperti kita ketahui lumayan tidak masuk akal pada masanya.

Baca Nih: Narsis Tingkat Dewa, Ronaldo Ternyata Tukang Ngaca

Tapi untuk seorang Ronaldo sebenarnya bebas-bebas saja dia berkata apa. Orang jago sih bebas. Kecuali sudah mainnya jelek, harganya mahal, banyak bacot pula. Model-model seperti itu yang harus kena jentikan jari Thanos.

Pada era sepak bola modern ini memang harga pemain pada mahal-mahal sekali. Kalau di era 2000-an, ada pemain yang dibeli dengan harga di atas 50 juta saja sudah heboh dunia persilatan.

Tapi hanya kurang lebih satu dekade setelahnya saja, harga sekitaran 100 juta euro bahkan bukan sesuatu yang luar biasa.

Bila ada yang harus disalahkan mungkin adalah mantan tim Ronaldo sendiri yaitu “Si Putih” yang memulai proyek “Galaksi” mereka di awal tahun 2000-an. Saat itu mungkin hanya mereka yang merupakan klub kaya.

https://twitter.com/brfootball/status/1144928466116255745?s=20

Namun belakangan juga banyak tim-tim yang mendadak jadi OKB dan sering belanja ala anak sultan. Belum lagi industri sepak bola yang berkembang makin pesat.

Klub-klub jadi pada kaya raya, beli pemain pun jadi sesukanya. Mau dihargai mahal pun tak jadi masalah.

Kalau ada istilah ada harga ada barang. Tapi yang terjadi sekarang justru macam membeli VCD ‘biru’ di glodok, tapi dapatnya film kartun. Harga mahal belum tentu jaminan sang pemain bakal bagus.

Hal tersebut yang membuat heran Ronaldo dimana nilai seorang pemain tak lagi dibuktikan lewat performa.

“Sangat sulit membuat kalkulasi di era sepak bola modern. [Klub-klub] terlalu besar berjudi terhadap pemain potensial dan industri sepak bola [saat ini] amat berbeda,” ujar Ronaldo seperti dikutip dari CNN Indonesia.

“Ambil contoh Joao Felix, setiap pemain bisa pindah klub dengan harga 100 juta euro bahkan tanpa membuktikan apapun. Terlalu banyak uang [yang beredar] di sepak bola,” ujar Ronaldo.

Ronaldo sendiri pernah menjadi pemain termahal dunia ketika dibeli Real Madrid dengan biaya 94 juta euro dari Manchester United. Saat pindah ke Juventus setelah sembilan tahun berselang, harga Ronaldo malah tambah naik menjadi 100 juta euro.

Pemain depan Juventus itu mengaku kurang setuju atas kebijakan transfer yang bisa dibilang lebai tersebut.

“Bek tengah atau kiper bahkan bisa pindah klub dengan harga 70 hingga 80 juta euro. Saya tidak setuju [dengan hal itu], tapi ini kenyataan hidup yang harus kita hadapi. Anda harus menghormatinya,” terang Ronaldo.

Main photo: eurosport.de

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here