Sergej Milinkovic-Savic menjadi salah satu bintang di Serie A pada musim lalu. Performa gemilangnya bersama Lazio membuatnya menjadi salah satu pemain paling panas di bursa transfer musim panas ini. Sejumlah klub menyatakan ketertarikannya kepada sang pemain berdarah Serbia itu, salah satunya Juventus.

Sayang memang pada Piala Dunia kali ini, dirinya tidak bisa menunjukan lebih banyak aksi sebab Serbia telah tersingkir di babak penyisihan grup. Padahal kalau Serbia terus melaju, agen Milinkovic-Savic pasti orang kedua yang senang setelah rakyat Serbia.

Bagaimana tidak, ajang Piala Dunia ini jelas bisa menaikan pamor dan banderol sang pemain. Bak gayung bersambut, Sergej Milinkovic-Savic yang kalau disingkat adalah SMS itu pun membuka peluang dirinya untuk pindah ke klub lain.

Dirinya juga mengatakan tertarik untuk bergabung dengan “Si Nyonya Tua”. Namun, Milinkovic-Savic kembali menyerahkan segala keputusannya kepada Lazio. Bukannya berserah kepada Tuhan, namun ia berserah kepada klub. Tidak pantas ditiru kalau yang satu ini.

Memang Milinkovic-Savic yang tampil gemilang dalam dua musim ke belakang, membuat Juventus mulai curi-curi pandang kepada sang pemain. Juve tak peduli walau namanya panjang, lalu bikin boros sablonan bajunya. Yang penting bisa memperlihatkan performa bagus.

Namun masalah kini muncul karena klub pemiliknya tak rela melepas salah satu bintang mereka dengan harga yang murah meriah macam obral Ramayana di akhir pekan. Lazio kini memasang harga hingga 150 juta euro atau sekitar Rp 2,5 trilun untuk siapa saja yang berminat untuk memboyongnya.

Angka tinggi tersebut tentu membuat Juventus berpikir dua kali, bahkan ratusan kali mungkin untuk  merekrut sang pemain. Milinkovic-Savic pun belum mempunyai gambaran tentang masa depannya. Kecuali Roy Kiyoshi mungkin yang sudah tahu duluan.

“Sekarang saya akan kembali ke rumah ke Lazio di mana saya memiliki kontrak. Kemudian kita akan melihat apakah saya tinggal atau pergi, itu tergantung pada Presiden Lotito dan Direktur Olahraga Igli Tare. Saya akan berbicara dengan mereka, tapi harga 150 juta euro bukanlah beban, itu adalah motivasi untuk melakukan yang lebih baik,” kata Milinkovic-Savic seperti dikutip dari Liputan6.

Meski begitu, Milinkovic-Savic tak ragu melontarkan kekagumannya pada klub asal Turin. Hal ini bisa membuat Juventus tersenyum simpul malu-malu tapi senang. Siapa yang tak mau gabung dengan Juventus? Penulis Bolatory saja juga pasti mau kalau disuruh kerja di sana. Enak bisa sekalian merasakan tinggal di Eropa.

“Juventus adalah tim yang hebat, di puncak di Italia, Anda dapat melihat itu dari Scudetto dan Coppa Italia di lemari trofi mereka. Plus adik laki-lakiku (Vanja) ada di Torino. Dia ingin bermain lebih banyak, tapi Salvatore Sirigu adalah kiper hebat.”

“Itu tidak seperti saya akan mengikuti saudaraku, tapi keluarga itu penting bagiku. Kepada pendukung Lazio, saya akan mengatakan bahwa saya telah menghabiskan tiga tahun yang indah di sana dan mereka akan tetap di hatiku. Sekarang kami akan melihat apakah saya tetap tinggal atau pergi,” Milinkovic-Savic menambahkan.

Pada musim lalu, Milinkovic-Savic telah membela Lazio dalam 48 pertandingan. Total ada 14 gol dan sembilan assist yang ia sumbangkan dari semua kompetisi.

Main photo: ghanasoccernet.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here