Usai dinyatakan kalah WO karena enggak bertanding melawan Juventus, Napoli langsung ngamuk. Ngamuknya bukan ditunjukkan dengan bakar ban atau pecahin kaca pertokoan, melainkan dengan membantai Atalanta yang bukan saudaranya Atta Halilintar.

Sekadar informasi, Atalanta ini termasuk tim yang doyan ngebantai. Memang enggak main-main, kadang ngebantainya tidak pakai perasaan seperti bikin tujuh gol macam Aston Villa.

Mungkin kali ini Atalanta lagi capek. Sekali-sekali mau coba rasanya dibantai itu bagaimana. Ternyata pedih juga.

Partenopei” tanpa segan-segan mencetak gol segitu banyaknya ke gawang perempat finalis Liga Champions musim lalu. Hirving Lozano membuka gol-gol Napoli dengan dua gol sekaligus. Bukan sekali nendang jadi dua gol, tapi dicetak berurutan.

Pertama dia membuat gol cebok alias tinggal sentuh bola saja untuk mencetak gol. Gol kedua ini yang dicetak cukup bagus. Usai menerima bola dari Dries Mertens, pemain ganteng Meksiko itu menendang bola ke tiang jauh gawang Marco Sportiello.

Tim asuhan Gennaro Gattuso itu tidak berhenti bikin gol. Satu mana cukup, dua kurang puas. Terjadilah yang ketiga dan keempat seperti yang dilakukan komunitas poligami.

Matteo Politano mencetak gol dari luar kotak penalti melalui tendangan petir melesat cepat ke gawang Sportiello. Kiper Atalanta itu jelas kurang sigap menerima tembakan sedahsyat itu. Dari Indonesia saja kelihatannya kencang benar.

Napoli kemudian menutup keran gol mereka lewat pemain baru, Victor Osimhen. Osimhen mencetak gol sambil kepeleset. Mungkin kalau tidak kepeleset bisa jadi malah tidak gol.

Atalanta hanya bisa memperkecil ketinggalan mereka di babak kedua lewat serangan balik Sam Lammers. Atalanta ini memang punya pemain-pemain pokemon yang ajaib. Setelah nama-nama seperti Robin Gosens, Marten de Roon, Duvan Zapata, hingga Berat Djimsiti, kini muncul lagi Lammers.

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini yang biasanya bikin Atalanta ngegas, mengakui keunggulan Napoli. “Napoli unggul dalam segala hal, dari segi teknis, taktik,” katanya.

Sedangkan Gattuso malah tak menyangka timnya bisa membantai Atalanta sebesar ini. Ya wajar enggak menyangka, kalau bisa menebak namanya dukun.

“Saya mengetahui betapa hebatnya Atalanta, jadi tidak, saya tidak memperkirakan ini. Kami mempersiapkan diri dengan baik, Osimhen memberikan kami bantuan ketika bermain dalam situasi empat lawan empat di depan,” kata Gattuso kepada Sky Sport Italia seusai laga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here