Gundogan Sempat Gondok dengan Si Botak di Laga Puncak

0
142

Ilkay Gundogan ternyata sempat gondok berat dengan pelatihnya, Pep Guardiola. Dia mengaku kesal lantaran tidak dimainkan di partai puncak oleh pelatih berkepala botak itu.

Pada pertandingan terakhir di Liga Primer musim lalu, Manchester City memainkan pertandingan teramat penting melawan Aston Villa. Itu adalah laga untuk memastikan gelar juara karena hanya berselisih satu poin saja dengan Liverpool.

Melihat tingginya tensi dan tingkat krusialnya itu pertandingan, Gundongan jelas berharap dipasang jadi starter dong. Sayangnya, hal itu tidak terjadi.

Gundogan jelas gondok lantaran di laga sebelumnya lawan West Ham, dia juga tidak menjadi starter. Jadi, dia sangat pede kalau Pep mengistirahatkannya melawan West Ham agar bugar jadi starter lawan Villa. Namun, ternyata itu hanya angan-angan saja.

“Kami semua kompetitif, kami semua ingin bermain dan saya ingat seminggu sebelumnya saya tidak starter pada pertandingan melawan West Ham, jadi saya cukup percaya diri untuk jadi starter lawan Villa, dan kemudian saat saya tahu saya tidak starter, saya sedikit frustrasi dan marah,” kata Gundogan, dikutip dari Goal.

Gundogan mencoba menutupi rasa kekecewaannya dengan berusaha mendukun teman-temannya di lapangan. Namun, hati orang siapa yang tahu. Hati tidak bisa dibohongi.

“Saya masih mencoba untuk fokus dan mendukung orang-orang yang bermain, dan saya pikir saya sedikit frustrasi dalam pertandingan itu,” ujarnya.

Syukurlah, Gundogan akhirnya masuk menggantikan Bernardo Silva pada menit ke-68, kala itu City tertinggal 0-2 dari Villa. Ternyata, strategi si botak cukup jitu. Gundogan jadi super sub dengan mencetak dua gol setelahnya.

City dengan cepat comeback dengan mencetak tiga gol hanya dalam kurun lima menit, yakni menit ke-76, 78, dan 81. Gundogan sendiri menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan 3-2. Syukur Alhamdulillah.

Benar-benar dramatis mirip kesuksesan mereka saat musim 11/12, ketika itu mengalahkan QPR dengan skor yang sama.

Entah gimana perasaannya saat ini. Apakah masih kecewa dengan Pep atau tidak. Yang jelas, trofi EPL akhirnya diangkatnya dan sudah pasti ketika itu dia tertawa bersama-sama.

“Segalanya tidak dimulai dengan baik ketika saya masuk menggantikan, saat kami 10 detik dan kami kebobolan gol kedua, dan kemudian jujur, sebagai pemain sepakbola profesional Anda selalu berusaha melakukan yang terbaik, melakukan hal-hal sederhana,” sambungnya.

“Kami mencetak gol pertama dan untungnya itu terjadi, kemudian dalam sepuluh menit kami mencetak tiga gol. Semuanya terjadi begitu cepat, masih sulit bagi saya untuk menganalisis karena semuanya terjadi begitu cepat.”

SHARE
Previous articleBelum Apa-apa Pogba Sudah Jadi Pasien BPJS
Next articleBarca Strikes Again! Sekarang Kounde Diamankan
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here