Banyak pasangan yang berbeda keyakinan, tapi tetap nekat menjalani hubungan. Ada yang beda keyakinan dalam hal agama, tapi ada juga yang pasangannya tidak yakin satu sama lain. Hal itu juga terjadi pada Pep Guardiola yang berbeda keyakinan dengan para pemainnya.

Manchester City memang tersingkir dari Liga Champions usai kalah 1-3 dari Monaco. Menurut aturan setempat, Mereka kalah gol tandang.

Guardiola akhirnya mengungkapkan alasan kenapa timnya bisa kalah. Usut punya usut, pelatih yang kepalanya mulai botak moderat itu berbeda keyakinan dengan pemain-pemainnya. Bukan lantaran beda agama, tapi tak bisa meyakinkan pemainnya untuk tampil menyerang.

Gara-gara tak berhasil meyakinkan anak asuhannya, City pun jadi korban. Apalagi buat para fans-nya yang jadi PHP setelah menang di leg pertama.

“Saya mencoba meyakinkan mereka dalam setiap pertemuan harus  menyerang dan mencetak gol. Kesalahan saya adalah tidak berhasil meyakinkan mereka untuk melakukan hal itu,” kata Pep dikutip BBC. 

Memang cukup mengherankan buat pelatih sekelas Guardiola. Jika sebelumnya Barcelona dan Bayern Muenchen begitu trengginas dalam menguasai bola dan bermain menyerang, tapi rupanya City tak mampu mengadopsi permainan andalannya itu.

Para pemain “The Citizens” yang ‘unyu-unyu’ itu masih kurang paham dengan apa yang diinginkan Pep. Makanya, City jadi prestasi terburuk bagi Guardiola selama menangani klub Eropa.

Kiprahnya di Liga Primer hanya berada di posisi ketiga. Sedangkan di Liga Champions, City jadi satu-satunya tim Guardiola yang gagal menembus perempat final. Dua tim sebelumnya, Barcelona dan Muenchen, selalu berhasil dibawanya setidaknya hingga semi final.

Main photo credit: Sportal.co.nz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here