Persaingan di papan klasemen Grup F Liga Champions musim ini terasa makin panas saja. Lawatan Borussia Dortmund ke Guiseppe Meazza tak berakhir manis. Perwakilan Bundesliga itu digilas tuan rumah Inter Milan dengan skor 2-0.

Kemenangan ini tentu sangat berarti bagi Inter Milan yang akhirnya merasakan bagaimana mendapat tiga poin setelah menjalani tiga laga di Champions. Takutnya nanti sudah masuk Champions hanya jadi tim pelengkap saja. Tidak pernah merasakan kemenangan.

Apalagi dalam dua musim berturut-turut, Inter ini selalu kebagian di grup neraka yang ada Barcelona-nya pula. Musim lalu mereka sudah merasakan bagaimana sakitnya tersingkir meski memiliki poin yang sama.

Sial benar memang nasib Inter. Kembali-kembali ke Champions, dapatnya grup neraka terus mereka. Banyak dosanya mungkin jadi harus merasakan siksa nereka dulu.

Pada kesempatan kali ini pun grup neraka yang mereka tempati kembali terasa makin panas. Persaingan di papan klasemen cukup sengit hingga matchday ketiga.

Tambahan tiga poin membuat Inter kini cukup bersaing di klasemen dengan empat poin. Sama dengan yang dimiliki Dortmund, namun Inter berhak di peringkat kedua karena unggul selisih gol.

Sementara Barcelona hanya unggul tiga angka di puncak klasemen dengan tujuh poin. Adapun Slavia Praha menempati posisi buncit dengan satu poin. Namun juga hanya berjarak tiga poin dari Inter dan Dortmund.

Jalannya pertandingan sendiri cukup terbuka dimana kedua tim bergantian melakukan serangan. Inter yang bermain di hadapan publik sendiri akhirnya membuka keunggulan di menit ke-22 melalui Lautaro Martinez.

Umpan L1+segitiga dari Stefan de Vrij mampu disambut Martinez yang lolos dari jebakan offside. Dengan sendikit sontekan sliding shoot alias menendang sambil terjatuh, ia mampu menaklukan Roman Burki yang bukan saudaranya Vicky Burky.

Inter kembali mendapat peluang emas di akhir pertandingan setelah wasit menunjuk titik putih. Namun tendangan keras Martinez mampu dibaca dengan baik oleh Burki meski tidak ada subtitle dari Lebah Ganteng.

Beruntung Inter akhirnya bisa mengunci kemenangan satu menit jelang waktu normal usai melalui Antonio Candreva. Senang sekali dia sampai buka-buka baju macam mau mandi saja. Hingga laga usai skor 2-0 bertahan untuk kemenangan Inter.

“Borussia Dortmund mengubah sistem mereka menjadi lima bek, yang berarti mereka takut dengan kami dan ingin bermain dengan mengubah pendekatan mereka untuk mengopi sistem kami,” ungkap Antonio Conte usai laga seperti disadur dari Detik.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1187090800783564800?s=20

Main photo: @inter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here