Ada-ada saja Kevin Grosskreutz (baca: Grosskroits). Maksud hati kongkow-kongkow di bar sampai larut malam, malah bikin masalah dengan remaja tanggung. Pemain Stuttgart itu pun dikeroyok ramai-ramai sampai babak belur. Sialnya lagi, dia kini dipecat dari Stuttgart.

Ceritanya tengah pekan kemarin, Grosskreutz lagi asyik menikmati masa-masa syahdu di bar dengan dentuman musik khas tempat-tempat dugem.

Tapi entah gimana, salah satu pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 itu tiba-tiba diserang oleh empat ABG berusia 16-19 tahunan sepulang dari bar tersebut. Tidak diketahui siapa yang lebih dulu berbuat onar. Tidak diketahui pula bar mana tempat dia minum-minum, yang jelas bukan bar-bar yang ada di pinggir jalan Pantura.

Yang pasti, Grosskreutz yang namanya susah dieja itu babak belur kayak maling HP habis digebukin di stasiun Manggarai. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan menerima perawatan kilat dari tim medis.

Pihak kepolisian Jerman langsung menggelar olah TKP. Mereka akhirnya menangkap empat orang tersangka yang memukuli Grosskreutz tanpa mengucapkan salam.

Sialnya, sudah jatuh tertimpa tangga. Bukannya mendapat santunan dari klubnya karena pihak rumah sakit tidak menerima BPJS, Grosskreutz malah dipecat oleh Stuttgart. Ada indikasi pemain berusia 28 tahun itu yang berbuat onar sehingga terlibat perkelahian yang merusak nama baik klub.

Kepolisian setempat menyebutkan bahwa perkelahian itu melibatkan dua kelompok dengan empat orang jadi tersangka dan dua orang jadi korban yang masuk ke rumah sakit, salah satunya Grosskreutz.

Itulah mengapa, klub menganggap perkelahian ini merupakan tindakan disengaja. Atas dasar suka sama suka. Jika dilihat dari wajahnya, Grosskreutz memang mukanya seperti penjahat. Kalau di film cocok jadi peran antagonis. Tapi tak tahu hatinya bagaimana.

Hasil gambar untuk grosskreutz
Ini dia muka penjahat Grosskreutz. (Source: Sky Sports)

“Pemain tim utama sudah sepantasnya menjadi anutan bagi klub dan juga bagi para pemain muda,” ujar CEO Stuttgart, Jan Schindelmeister, yang namanya juga susah dieja itu.

Grosskreutz sendiri sudah menyesali perbuatannya. Dia berjanji tak akan melakukannya lagi. Tapi apa boleh buat, tahi kambing sudah bulat. Keputusan Stuttgart juga sudah bulat sebulat punyanya Sora Aoi.

“Saya menerima konsekuensi dari klub. Saya ingin berterima kasih kepada semuanya. Saat ini saya tidak ingin berurusan dengan sepak bola. Tolong tinggalkan saya dan keluarga saya. Saya memang bersalah dan saya minta maaf,” ujarnya.

Main photo credit: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here