Kedua gol dari Kosta Rika memastikan bahwa 32 tim peserta Piala Dunia 2018 telah seluruhnya mencetak gol. Kosta Rika yang sudah pasti tidak lolos dari fase grup, berhasil menahan imbang Swiss pada pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2.

Sebuah penalti kocak di menit akhir pertandingan menyelamatkan wajah Kosta Rika yang selalu kalah dalam dua pertandingan sebelumnya.

Hasil tersebut membuat Swiss melaju ke babak 16 besar berstatus sebagai runner-up dengan raihan lima poin. Sementara Kosta Rika yang terbenam di dasar klasemen, setidaknya kini telah mendapatkan satu poin hasil kerja keras mereka di Rusia.

Pada babak selanjutnya, Swiss belum akan bertemu raja terakhir yang biasanya muncul di akhir sebuah gim. Kalau di awal mungkin namanya adalah raja pendaftaran. Swedia yang menang atas Mexico akan menjadi lawan mereka di babak 16 besar.

Pertandingan yang berlangsung di Nizhny Novgorod Stadium berjalan dengan ketat. Kosta Rika memulai laga dengan langsung melancarakan strategi “gas pol rem blong”. Dalam waktu enam menit saja meraka sudah melakukan tiga percobaan ke arah gawang.

Bukan coba-coba melempar manggis tentunya. Namun usaha Kosta Rika tersebut belum berbuah gol. Percobaan terbaik mereka di menit awal terjadi ketika pertandingan berjalan enam menit.

Sundulan Celso Borges masih bisa disapu Yann Sommer tanpa menggunakan sapu ijuk, sapu lidi, ataupun sapu Nimbus 2000 yang ada di film Harry Potter. Bola tepisannya kemudian mengenai tiang gawang sebelum akhirnya menjauh dari gawang.

Pada menit sepuluh, Kosta Rika kembali melancarkan serangan yang berakhir dengan dihalau tiang gawang. Kalau bisa dinilai, mungkin dapat skor 9 untuk tiang gawang Swiss ini. Tendangan Daniel Colindres dari jarak jauh masih membentur tiang agama.

https://twitter.com/brfootball/status/1012052399261876224

Perlahan Swiss berganti mengambil alih pertandingan. Hingga akhirnya di menit ke-31 mereka mencetak gol setelah berulang kali kesulitan menembus kotak penalti Kosta Rika.

Umpan Stephan Lichsteiner ditanduk Breel Embolo ke tengah kotak penalti. Blerim Dzemaili yang berdiri bebas langsung saja memberikan tendangan “jebret” terbaik darinya.

Meski juga lahir dari keluarga Albania, Dzemaili tidak melakukan selebrasi yang sama dengan Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri di pertandingan sebelumnya. Mungkin takut kena sanksi juga.

Habis ada-ada saja mereka malah membentuk simbol burung ketika mencetak gol. Padahal kalau bentuk semut bako atau undur-undur pasti lebih unik dan tidak kena hukuman. Swiss unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Kosta Rika baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-56 melalui sundulan Kendall Watson yang tidak lahir di Kendal, Jawa Tengah. Lewat sebuah sepak pojok, Watson yang rambutnya mirip mie instan belum direbus itu berhasil melepaskan tandukan keras yang tak mampu dihalau Sommer.

https://twitter.com/StefanInKosovo/status/1012042185997512704

Swiss yang banyak tertekan di babak kedua malah mencetak gol untuk keunggulan 2-1 di menit ke-88. Umpan silang Denis Zakaria diselesaikan dengan tenang oleh Josip Drmic di depan gawang. Keylor Navas hanya melongo saja melihat bola masuk ke gawangnya. Bahaya sekali jika ia juga seperti itu saat melihat maling masuk rumahnya.

Gol penyelamat Kosta Rika akhirnya tercipta di menit akhir pertandingan melalui sebuah penalti kocak. Kali ini tiang gawang tak lagi berpihak pada mereka. Bola terlebih dahulu mentok sana-sini dahulu macam sedang bermain pinball sebelum akhirnya masuk ke gawang.

Tendangan dari Bryan Ruiz mengenai tiang kemudian mengenai kepala Yann Sommer dan membuat gol tersebut dihitung sebagai own goal. Sungguh sebuah skill tingkat Hokage jika ia memang sengaja menciptakan gol seperti itu. Pertandingan berakhir sama kuat 2-2 untuk kedua tim.

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic mengaku kecewa karena sang kapten Lichsteiner mendapat kartu kuning sehingga absen saat bersua Swedia. “Dua pemain kami mendapat kartu kuning (dan karena itu mendapat skors), tapi kami masih memiliki pemain lainnya, saya percaya dengan para pemain yang tersisa,” ujar Petkovic dikutip dari Suara.com.

Pada sisi lain Oscar Ramirez puas atas hasil imbang yang diterima anak buahnya. Ia menganggap itu adalah hasil yang pantas. “Saya pikir kami tidak pantas kalah, mungkin ini hasil yang adil,” kata Ramirez usai pertandingan.
Main photo: Twitter @thegulftoday

Main photo: Twitter @thegulftoday

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here