Fiorentina masih juga belum belajar dari sejarah. Begitu banyak kasus tim yang sudah unggul dengan skor cukup jauh, nyatanya bisa disalip begitu saja. Entah kenapa, tim asal Italia itu tersingkir dari Liga Europa meski sudah unggul agregat 3-0, di kandang sendiri pula.

Pada leg pertama, “La Viola” sudah punya modal bagus dengan kemenangan 1-0 di kandang Borussia Moenchengladbach. Selanjutnya cukup Gladbach saja agar tak kepanjangan. Kemudian pada leg kedua yang bermain di kontrakannya sendiri, Fiorentina sempat unggul 2-0.

Diawali dari gol Nicola Kalinic yang melakukannya dengan cool, calm, and confident, kemudian ditambah gol Borja Valero usai memanfaatkan kesalahan kocak Jannik Vestergaard.

Gol kedua cukup bikin kita kaget cenderung tertawa. Pasalnya, entah gimana Vestergaard yang lagi asyik menguasai bola di pertahanan sendiri luput dalam menendang bola. Padahal, Valero posisinya masih cukup jauh dari Vestergaard.

Bola yang harusnya ditendang, malah bikin pemain Denmark itu terjatuh cukup kocak. Padahal tak ada angin, tak ada becekan, apalagi kulit pisang di sana. Alhasil, Valero sukses memanfaatkan kesalahan itu dan langsung menceploskan bola ke dalam gawang tanpa ragu-ragu.

Hasil gambar untuk monchengladbach fiorentina
Awal dari ke-PHP-an. (Calcio e Finanza)

Unggul 2-0 rupanya bikin Fiorentina terlena, macam lagunya Ikke Nurjanah. Kesalahan tak penting berbuah penalti dan bikin Gladbach memperkecil ketinggalan jadi 2-1 lewat kaki jenjang Lars Stindl.

Di babak kedua, hanya dalam 15 menit saja Gladbach sukses memanfaatkan situasi bola mati yang ada. Dua dari tendangan pojok dan satu dari tendangan bebas. Fiorentina yang kurang konsentrasi karena kurang minum Aqua, begitu saja memberikan Stindl dan kawan-kawan gol sampai tiga kali.

Empat gol dari situasi bola mati sukses bikin Fiorentina dan fans-nya PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Semua pemain “La Viola” tampak lesu menghadapi takdir yang diberikan Tuhan. Mereka disarankan mengulang laga tersebut di PES atau FIFA 2017 untuk menghibur hati.

Pelatih Paulo Sousa sempat ngeles kayak bajaj saat dimintai keterangan. Menurutnya, penalti yang tak penting itu yang bikin mengubah segalanya. Padahal situasinya masih 2-1 juga buat Fiorentina.

“Ketika kami unggul 2-0 dan agregat menjadi 3-0, Gladbach telah kehilangan harapan. Tapi, situasi berubah ketika wasit memberikan penalti. Saya yakin harapan mereka kembali muncul setelah gol penalti tersebut,” kata Sousa, di-copy-paste dari Jawa Pos. 

Sementara itu, pelatih Gladbach, Dieter Hecking, turut bangga dengan timnya yang sukses membalikkan keadaan atau bahasa kerennya comeback. 

“Kami layak untuk lolos dan kami tidak akan pernah berhenti untuk percaya. Saya melihat tim saya memiliki semangat yang luar biasa, karena kami langsung menekan Fiorentina sejak menit awal. Yang paling penting adalah kami harus percaya,” ucapnya.

Ya memang betul. Kepercayaan adalah kunci dalam menjalankan sebuah hubungan. Apalagi hubungan suami-istri. Dengan adanya kepercayaan, mudah-mudahan sakinah, mawadah, warahmah.

Main photo credit: ESPN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here