Juara bertahan Liga Inggris yang baru saja juara setelah berabad-abad lamanya, Liverpool, berhasil meraih kemenangan tipis nan dramatis di laga perdana Liga Primer 20/21.

Tim asuhan Juergen Klopp itu menang dengan skor tipis 4-3, setipis pakaian Baby Julius saat hendak melakukan pemotretan foto majalah dewasa. Padahal, lawan yang dihadapi adalah tim promosi Leeds United.

Itu saja, masih harus dibantu dengan voucher penalti sampai dua kali. Bayangkan jika enggak ada penalti, mungkin Liverpool sudah kalah 2-3, 2-4, 2-8, atau bahkan 2-16. Siapa tahu.

Entah, biasanya jurus penalti ini jadi milik Manchester United. Kalau mengikuti film kartun Hunter X Hunter, kekuatan Nen Manchester United ini adalah penalti. Ternyata kekuatannya bisa ditiru juga oleh Liverpool.

Apakah ini pertanda Liverpool bakal berganti nama jadi Liverpen? Entah, hanya Tuhan dan Aldi Taher yang tahu.

Liverpool unggul duluan lewat penaltinya Mohamed Salah setelah pemain Leeds berbaju putih melakukan blok pakai tangannya yang sangat terbuka lebar. Tidak usah capek-capek lihat VAR, wasit juga pasti melihat dengan jelas.

Hanya berselang beberapa menit saja, Jack Harrison menyamakan kedudukan lewat tendangan mendatar ke tiang dekat Alisson Becker.

Liverpool kembali unggul lewat sundulan Virgil van Dijk yang biasa-biasa saja. Soalnya gol model begitu memang sudah biasa bagi Virgil. Sebenarnya bola sudah ditangkap kiper Illan Meslier, tapi nangkapnya di dalam gawang. Sama juga bohong.

Cuma berselang 10 menitan, Leeds kembali menyamakan kedudukan lewat Patrick Bamford. Virgil yang baru bikin gol malah melakukan blunder dengan memberikan assist tanpa melihat alias “no look assist” kepada Bamford.

Hanya beberapa menit saja, Liverpool kembali unggul lewat Salah. Sebuah tendangan keras dari dalam kotak penalti tak bisa dicegah kiper Meslier.

Namun, di babak kedua lagi-lagi dan lagi Leeds bisa membalasnya lagi lewat gol lumayan cantik dari Mateusz Klich. Leeds sepertinya kerasukan skuat tim akhir 90-an mereka saat masih dibela Jimmy Floyd Hasselbaink, Lee Bowyer, dan Harry Kewell.

Tapi ternyata, Leeds memang takdirnya harus kalah setelah memberi perlawanan ketat seketat celana fitnesnya Pevita Pearce. Wasit harus kembali memberikan voucher penalti kepada Liverpool setelah Fabinho dilanggar di kotak terlarang.

Salah yang namanya tak pernah Benar itu memanfaatkan dengan maksimal kesempatan emas tiada tara di sepak bola tersebut. Skor 4-3 untuk Liverpen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here