Gelandang Partizan Belgrade, Everton Luiz, menangis lirih usai menjalani pertandingan yang cukup keras melawan Rad Beograd dalam lanjutan Liga Super Serbia. Bukan lantaran dikasari atau dijadikan anak bawang, tapi karena Luiz dapat hinaan rasial dalam laga itu.

Jadi begini ceritanya, singkat cerita fans Rad sepanjang pertandingan, bak serangan tujuh hari tujuh malam sebelum merdeka, terus melancarkan hinaan rasial kepada Luiz. Bukan cuma spanduk, tapi juga nyanyian bahkan sampai masa bodo dengan peringatan dari wasit.

Setelah peluit akhir ditiup mulut bau sang wasit, Luiz langsung menuju tribun suporter Rad lalu mengacungkan jari tengah seperti acungan jari tengah Tejo kepada Surti dalam lagunya Jamrud, yang belum lama juga dipakai oleh Carlo Ancelotti.

Aksi itu membuat wasit memberikan kartu kuning kepada pemain asli Brasil itu, bukan keturunan. Sejumlah pemain Rad juga tersulut emosinya dan langsung ramai kayak ada insiden di jalan raya.

Luiz yang tak tahan beban dan tekanan, akhirnya meneteskan air mata. Dia langsung dipeluk rekan setimnya yang berdada bidang, Filip Kljajic, yang namanya rada sulit dieja. Luiz sepertinya nyaman berada di pelukan sang kiper, tampak terlihat dari tangannya yang penuh kasih sayang.

Namun jangan berpikir macam-macam dulu. Mereka bukan seorang pasangan, tetapi rekan setim yang saling dukung satu sama lain. Begitulah yang namanya sahabat, bukan menusuk dari belakang, tapi memeluknya dari depan.

Meski menang 1-0, tetap saja menyisakan sakit hati yang mendalam bagi Luiz. Rupanya, Luiz kesal bukan hanya kepada pendukung Rad, tapi juga pemainnya. Pasalnya, bukannya meredakan suporternya, mereka malah berbondong-bondong menyerang pemain berusia 28 tahun itu.

Hasil gambar untuk everton luiz
Luiz menangis sesenggukkan. (The Coli)

“Saya menderita karena pelecehan rasial selama 90 menit dan juga kecewa dengan para pemain tuan rumah yang mendukung aksi itu. Mereka semua menyerang saya,” ujar pemain yang nyaris botak dengan sempurna itu.

Luiz pun meminta agar kampanye “Let’s Kick Racism Out of Football” yang biasanya suka ada di game Football Manager (FM), benar-benar dilakukan.

“Saya ingin melupakan kejadian ini secepatnya. Saya suka Serbia dan orang-orang di sini, tapi tolong katakan tidak pada rasisme,” sambungnya.

Kalau dalam lagunya Rhoma Irama, katakan tidak pada mirasantika, kini ada tambahan satu lagi yakni rasisme. Mirasantika bisa menjadi “Minuman Keras, Rasisme, dan Narkotika”. Mirasantika? No Way!

Main photo credit: plateaustatenews.online 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here