Insiden di final Liga Champions 2018 sepertinya masih akan terus dibicarakan. Kalau kisahnya terus berlanjut dan berjilid-jilid macam demo beberapa waktu silam, bisa-bisa dijadikan film berseri tak kalah dari Fast Furious.

Terakhir Loris Karius dinyatakan mengalami gegar otak saat final, kini hal tersebut menuai komentar kocak dari beberapa pihak. Tak terkecuali Sergio Ramos sang terduga pelaku kejahatan.

Beberapa hari lalu, Karius melakukan pemeriksaan di rumah sakit Amerika tanpa menggunakan BPJS. Hasilnya adalah dokter mengungkapkan bahwa Karius mengalami gegar otak pada pertandingan tersebut. Hal itu yang dikatakan kemungkinan merupakan penyebab dari dua blunder kocak Karius yang kemudian berbuah gol.

Gegar otak yang dialami Karius juga tidak terjadi begitu saja. Tidak mungkin karena sedang melamun jorok saat bertanding, kemudian Karius menjadi gegar otak.

Setelah dicari-cari, ternyata penyebabnya adalah kemungkinan akibat aksi dari Ramos beberapa menit sebelum gol Karim Benzema. Pada momen itu memang terlihat di tayangan ulang bahwa Karius mendapat sikutan maut dari Ramos.

Ketika itu, pemain berambut gondrong tukang siomay itu melakukan protes kepada wasit, namun wasit menganggapnya hanya lah angin lalu. Dalam hati mungkin ia berkata coba protes saja pada rumput yang bergoyang.

Seperti biasa, isu kemudian berkembang cepat dengan bantuan warganet yang kian hari kian ganas di media sosial. Ibu jempol kini sudah lebih kejam dibanding ibu tiri. Apalagi sebelumnya Ramos juga dikatakan sengaja melakukan bantingan kepada Mohamed Salah yang menyebabkannya cedera. Luar biasa memang si Ramos yang bukan merk beras ini.

Ramos kemudian naik pitam atas tuduhan tersebut. Ia mulai nampak tidak suka insiden di final tersebut diungkit-ungkit terus. Bagi Ramos penyebab Karius blunder tersebut terkesan mengada-ada. Mungkin saking kesalnya, ia jadi berimajinasi yang aneh-aneh pula.

“Setelah sang kiper bilang dia jadi pusing setelah tabrakan itu. Saya belum dengar Firmino bilang dia jadi flu gara-gara keringat saya nempel di badannya,” kata Ramos seperti dikutip dari Liputan6.

Mantap banget sih kalau keringat bisa bikin orang lain kena flu. Terus nanti kalau kena gigitannya bisa jadi zombie.

Selain Ramos, kiper Chelsea yaitu Thibaut Courtois juga ikut-ikutan memberi komentar. Sebelas dua belas dengan Ramos, Courtois menyebut bahwa diagnosis gegar otak Karius adalah hal yang aneh dan terkesan mengada-ngada.

Ia merasa bahwa diagnosis tersebut hanyalah kambing hitam untuk kesalahan dari Karius. Akhirnya, alasan Karius gegar otak kini cuma jadi bahan tertawaan saja.

Pasalnya, Courtois mengungkapkan pengalamannya saat berbenturan dengan pemain di pertandingan. Sebagai seorang kiper, hal itu adalah hal yang biasa. Menurutnya, jika Karius merasa tidak baik, lebih baik meninggalkan pertandingan.

Pemain yang hidungnya macam perosotan Monas itu pernah berbenturan dengan Alexis Sanchez. Dia sempat bangkit tapi tak bisa melihat dengan jelas. Setelah 20 menit dia meminta diganti karena tak bisa melihat bola dengan jelas.

“Sungguh disayangkan dia membuat kesalahan itu, tapi jika Anda mengalami gegar Anda akan meninggalkan permainan atau dokter akan memberitahu Anda bahwa Anda tak lagi bisa melihat dengan jelas dan Anda harus meninggalkan permainan. Saya pernah mengalaminya dengan Alexis. Saya mengalami gegar dan saya tak bisa melihat bola jadi 20 menit kemudian saya tak melanjutkan pertandingan,” sambungnya.

Lucunya, saat itu Karius masih bisa bangkit dan tampak melihat bola dengan jelas. Buktinya, dia melakukan penyelamatan gemilang saat mendapat tendangan oke dari Marcelo. Sebuah refleks yang luar biasa.

“Saya ikut menyesal dengan apa yang terjadi pada dia, tapi menyalahkan gegar otak untuk kesalahan tersebut, ia juga membuat dua penyelamatan gemilang. Jadi apakah itu hanya keberuntungan? Saya tak tahu karena dia tak bisa melihat bola, ” Courtois melanjutkan.

Main photo: thesefootballtimes.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here