Haha Real Madrid hahaha.

Mau menuliskannya rasanya tidak enak dan bikin ketawa melulu. Bagaimana mungkin sebuah tim dengan nama besar seperti Real Madrid, kalah lawan tim divisi tiga yang bermain dengan 10 orang pula. Ya itulah sepak bola, itulah Real Madrid.

Tim berjuluk “Los Blancos” itu keok 1-2 melawan Alcoyano pada babak 32 besar Copa Del Rey. Alcoyano bukan sejenis nama minuman macam Alpukat dan Capucino, tapi nama tim dari divisi tiga Spanyol.

Alhasil, Madrid tersingkir dari Copa Del Rey dan dipastikan gugur peluang untuk treble-nya. Kasihan sekali. Gugurnya sama tim model begini.

Madrid memang unggul duluan lewat gol Eder Militao. Setelah 45 menitan belum ada gol, akhirnya “Los Blancos” bisa membobol juga.

Umpan silang Marcelo disambut dengan ubun-ubun Eder yang menyundulnya sambil nyungsep.

Madrid bukannya nambah gol lagi tapi malah santai-santai. Dikira lawannya ini polisi tidur semua kali, tidak ada yang bergerak kalau dilindas.

Ternyata Alcoyano bisa gigit balik. Situasi tendangan sudut bisa dicocor pemain tak terkenal, Jose Solbes, pada menit ke-80. Skor 1-1 memaksa Madrid sampai ke babak ekstra.

Bau-bau nasib Bayern Muenchen mulai tercium. Namun bedanya Bayern kalah terhormat di babak adu penalti. Madrid? Cuma mimpi.

Madrid mendapat keuntungan jumlah pemain ketika Alcoyano bermain dengan 10 orang setelah Ramon Lopez mendapat kartu kuning kedua. Bukannya mencetak gol, mereka malah kebobolan.

Aduh malunya sampai ke ubun-ubun. Sudah lawannya tim divisi tiga, pemain bintang rata-rata main semua, menang jumlah pemain, tapi masih kalah juga.

Pada menit ke-115, Juanan berhasil menjebol gawang Madrid lewat sebuah skema open play cukup berkelas. Bukan kaleng-kaleng. Hingga peluit dibunyikan, tak ada perubahan skor.

Para pemain Alcoyano langsung berhamburan kegirangan berasa habis menjuarai Piala AFF.

“Inilah sepakbola. Kami mestinya menang melawan tim Segunda B, tapi ini bukan hal memalukan. Hal-hal seperti ini terjadi, dan kami harus bertanggung jawab,” ujar Zidane, dikutip Detik.

“Kami mesti terus bekerja. Hari ini memang menyakitkan, sebab kami tidak suka kalah, tapi kami tak akan jadi gila, kok,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here