Belanja besar-besaran AC Milan di musim lalu yang diiringi tagar #WeAreSoRich akhirnya membuahkan hasil. Namun bukanlah buah manis yang bisa mereka nikmati karena “I Rossoneri” terancam tidak bisa ikut Liga Europa di musim depan. Entah buah apa kalau seperti itu, buah simalakama mungkin namanya.

Seperti diketahui bahwa pada musim lalu Milan melakukan belanja besar-besaran sebelum memulai musim. Maklum, klub satu kontrakan Inter Milan tersebut baru saja diakuisisi pengusaha asal Tiongkok, Yonghong Li. Jelas saja gelontoran uang tanpa batas langsung dikeluarkan oleh sang pemilik baru demi merombak skuat.

Sebelas pemain didatangkan Milan pada waktu itu. Satu hal yang paling mantep adalah aksi para fans AC Milan yang rada kelewat sombong atau belagu atau songong. Berasa mereka saja yang punya uang.

Acap kali mendapatkan pemain baru, tagar #WeAreSoRich langsung berhamburan di lini masa Twitter macam sampah kuaci di tongkrongan. Belanja heboh tersebut kemudian tidak membuat Milan langsung menjuarai Piala Dunia yang baru digelar bulan depan. Mereka hanya berakhir di posisi keenam klasemen akhir Serie A dan sesuai aturan berarti berhak untuk mengikuti Liga Europa.

Ternyata, pemilik Milan tidak benar-benar #WeAreSoRich. Beberapa pembelian pemain dilakukan dengan cara berutang. Awal musim lalu, sempat ramai diberitakan Milan belum bisa memainkan Leonardo Bonucci dan Lucas Biglia karena belum membayarkan dana transfer kepada Juventus dan Lazio. Penghabisannya mereka harus pinjam uang dari bank.

Melihat aktivitas jor-joran yang sudah seperti OKB alias Orang Kaya Baru, UEFA langsung melakukan investigasi. Ternyata benar, pinjaman itu seharusnya dilunasi pada bulan Oktober dan pembayarannya masih belum jelas setelah berbulan-bulan negosiasi.

Di-copas dari Detik, untuk menuntaskan pembelian Milan dari Fininvest yang merupakan perusahaan milik Silvio Berlusconi, Li dikabarkan berutang hingga 300 juta euro dari badan investasi Amerika Elliot Management. Jika ditambah bunga, total yang harus dikembalikan paling lambat Oktober 2018 adalah sebesar 380 juta euro.

Mungkin tidak enak juga kalau menagih. Apalagi kalau menagih utang sama teman. Kalau tahu diri sih langsung dibalikin secepatnya. Namun belakangan ini sepertinya banyak yang meminjam uang, namun lebih galak dari meminjamkan uang jika ditagih.

Ketidakseimbangan keuangan Milan juga disebut nyaris mencapai 100 juta euro. Masalah tersebut kabarnya tak cuma disebabkan belanja besar-besaran yang dilakukan Milan, yang mencapai 220 juta euro, tapi juga kurangnya pendapatan yang dijanjikan oleh Li.

Hal itu membuat UEFA bertindak cepat karena memiliki kebijakan Financial Fair Play (FFP) bahkan menolak banding diajukan Milan ke UEFA. Tim yang markasnya di Milan jauh dari kota Jember itu dinyatakan melakukan pelanggaran berat FFP.

Alhasil, Milan kini tinggal menghitung hari detik demi detik saja untuk menuju ke sidang disipliner bulan depan. Sanksinya cukup berat, tidak sampai 16 tahun penjara seperti Setya Novanto, tapi terancam dapat embargo pembelian pemain selama satu dan dua bursa transfer, denda, sampai dicoret dari Liga Malam Jumat.

“Dewan Investigasi dari Badan Pengendali Keuangan Klub UEFA (CFCB) telah memutuskan untuk merujuk klub Italia AC Milan ke Dewan Peradilan CFCB atas pelanggaran Financial Fair Play, khususnya dalam hal persyaratan impas (break-even),” ungkap pernyataan resmi FIFA dikutip dari Goal.

Milan mungkin lupa dengan ajaran waktu SD bahwa sebagai manusia sudah diingatkan agar jangan menyombongkan kekayaan. Apalagi kekayaannya ternyata fana, cuma janji belaka saja. Akhirnya inilah yang terjadi.

Tagar #WeAreSoRich memang terkesan sombong, arogan, sesumbar, dan takabur atau apapun itu ketika dikumandangkan. Pasalnya yang disombongkan bukan prestasi, melainkan kekayaan. Padahal masih banyak orang-orang miskin dan janda-janda tua yang butuh uang di luar sana.

Kini tagar itu sepertinya bakal berubah menjadi #WeAreSoSorry. Berubah menjadi aksi simpatik buat Milan yang banyak utang dan dicoret dari Liga Europa. Mari didoakan saja agar semua utang bisa segera beres.

 

Milan akan menjadi klub ke-17 yang ditolak aksesnya ke kompetisi UEFA karena gagal memenuhi FFP itu. Sebelumnya ada Galatasaray pada Maret 2016 dan Dnipro yang dihukum beberapa bulan setelah menjalani final Liga Europa 2015.

Red Star Belgrade, Panathinaikos, Sion, Partizan Belgrade, Cluj, Bursaspor, CSKA Moscow, dan Dinamo Moscow juga termasuk di antara mereka yang tidak diikutsertakan.

“Secara khusus, Dewan Investigasi CFCB berpendapat bahwa, di antara faktor-faktor lain, masih ada ketidakpastian dalam kaitannya dengan refinancing pinjaman dan catatan yang harus dibayar kembali pada Oktober 2018,” sambung pernyataan tersebut.

Main photo: Sports Illustrated

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here