Berita mengejutkan dari negara yang kalah dari Korea Selatan di pertandingan terakhir kemudian tersingkir dari Piala Dunia 2018. Mendadak pemain bernomor punggung 10 mereka yaitu Mesut Oezil memutuskan untuk pensiun dari timnas Jerman.

Mundurnya Oezil tersebut bukan tanpa alasan macam pacar yang sedang ngambek. Di-chat panjang-panjang balasnya hanya “hmm” saja macam intronya Nisa Sabyan. Sang pemain mengatakan bahwa dirinya merasakan diskriminasi, tidak dihormati, serta rasisme ketika bermain dengan seragam “Die Mannschaft”.

Pada Piala Dunia 2018, pemain yang dikatakan merupakan kunci permainan timnas Jerman ini memang menerima banyak kritik pedas yang tidak bisa hilang walau sudah minum air. Dirinya dianggap menunjukan performa buruk kala menjalani pertandingan Piala Dunia.

Permasalahan Oezil sebenarnya dimulai ketika beberapa bulan lalu dirinya berfoto bersama presiden Turki yaitu Recep Erdogan. Kalau berfoto sama presiden republik mimpi alias Si Butet Yogya pasti tidak akan jadi maslaah. Kecaman kemudian berdatangan pada Oezil dan Ilkay Gundogan yang juga bersamanya.

Mungkin merasa tak tahan dengan tekanan dan berita simpang siur yang terus berdatangan, Oezil pun angkat suara terkait kasus tersebut. Selain itu, dia juga dibilang buruk permainannya saat di Piala Dunia kemarin.

Besarnya tekanan itu bikin dia memutuskan menyudahi kariernya berseragam timnas Jerman. Mantannya Real Madrid itu mundur dengan sangat tidak cantik. Maksudnya kalau Philipp Lahm mundur cantik usai jadi juara dunia, tapi kalau Oezil mundur gara-gara tekanan dan buruknya prestasi di timnas.

Oezil menumpahkan unek-uneknya tersebut tidak dengan cara posting video di Tik-Tok. Namun ia menuliskan curhatannya yang kemudian diposting di akun Twitter pribadinya. Pemain keturunan Turki itu berbicara panjang lebar melalui tulisan yang terbagi dalam tiga buah tweet.

Secara khusus Ozil menuliskan nama Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel. Oezil mengatakan dirinya lelah menjadi kambing hitam akibat ketidakmampuan Griendel melakukan pekerjaannya dengan benar.

Ia juga mengingkari bahwa foto tersebut bermuatan politis. Sebab Oezil mengaku memang menghormati Erdogan yang merupakan pempin negara nenek moyangnya.

https://twitter.com/afcstuff/status/1021099068129333248

“Di mata Grindel dan pendukungnya, saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya seorang imigran ketika kami kalah. Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir bahwa apa yang telah saya capai sejak debut internasional saya di tahun 2009 telah dilupakan,” kata Oezil.

“Meskipun membayar pajak di Jerman, menyumbangkan fasilitas ke sekolah Jerman dan memenangkan Piala Dunia bersama timnas Jerman pada 2014, saya masih belum diterima di masyarakat. Saya diperlakukan berbeda,” sambungnya lagi dikutip dari Deutsche Welle.

Gelandang Arsenal tersebut juga mengecam media serta pihak sayap kanan yang mengecamnya untuk tujuan politik. Oezil juga terus menjadi target bulan-bulanan di media sosial akibat tersingkirnya Jerman di Piala Dunia.

“Dengan berat hati dan banyak pertimbangan atas kejadian belakangan ini, saya tak akan lagi bermain untuk Jerman di level internasional selagi saya merasakan rasisme dan sikap tidak hormat. Saya telah mengenakan kostum Jerman dengan penuh rasa bangga dan kegembiraan, tapi sekarang tidak lagi,” ujarnya dikutip dari CNNIndonesia.

Oezil telah menjalani debut bersama timnas Jerman sejak tahun 2009 lalu. Hingga Piala Dunia 2018, dirinya telah tampil sebanyak 92 kali dan mencetak 23 gol. Pemain berusia 29 tahun itu juga berperan penting dalam kesuksesan Jerma meraih gelar juara dunia di tahun 2014.

Main photo:Twitter ESPN FC

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here