Franck Ribery terlibat sebuah insiden saat Fiorentina takluk dari Lazio pada lanjutan Serie A pekan kesembilan. Akibat kejadian tersebut, Ribery harus menerima hukuman yang terasa cukup pahit karena dilarang bermain dalam tiga pertandingan.

Saat itu Fiorentina menjamu Lazio pada laga yang digelar di Stadio Artemio Franchi. Sayangnya tim yang julukannya macam Persita Tangerang ini harus menelan malu di depan publik sendiri. “La Viola” kalah dari Lazio dengan skor tipis 1-2.

Usai peluit panjang dibunyikan, sejumlah warga Fiorentina terlihat melakukan protes kepada wasit dan asistennya karena menilai dua gol kemenangan Lazio sangat kontroversial. Insiden yang melibatkan Ribery juga terjadi pada momen tersebut.

Memang sebelumnya mantan pemain Bayern Munchen itu terlihat sudah mulai emosi saat ditarik keluar dan diganti Kevin-Prince Boateng di menit ke-75.

Saat para pemain Fiorentina melakukan protes, Ribery tertangkap kamera tengah mendorong hakim garis di laga itu sebanyak dua kali. Aksi tersebut akhirnya terhenti usai seorang staf Fiorentina menarik Ribery.

Entah kenapa Ribery melakukan hal seperti itu. Dilihat dari gaya-gayanya mirip sekali yang dilakukan orang-orang saat menonton konser musik keras alias moshing.

Anaknya moshing sekali sepertinya si Ribery. Tidak bisa melihat kerumunan orang tapi tidak ada moshing.

Zaman sekarang memang sering terjadi di mana penonton konser musik keras ini malah pada diam saja menonton musik yang cadas dan penuh distori.

Orang-orang seperti Ribery ini biasanya ada saja di tiap konser. Melakukan dorongan-dorongan tipis ke penonton lain. Maksudnya jelas, agar para penonton bisa merasakan energi konser dan terpancing untuk melakukan moshing. Moshing boleh, asal jangan nyopet.

Pada akhirnya aksi ‘moshing’ yang dilakukan Ribery tersebut berbuntut panjang. Ia dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak tiga kali. Ribery itu juga didenda 20 ribu euro.

Ribery sendiri sudah meminta maaf terkait kasus tersebut melalui akun Twitter pribadinya.

“Saya meminta maaf kepada rekan-rekan, pelatih, fans. Saya juga meminta maaf kepada Passeri sebab di akhir laga saya sangat kesal dan saya harap dia mengerti bagaimana suasana hari saya,” kata Ribery dikutip dari Detik.

“Saya selalu ingin tetap di lapangan dan membantu rekan tim saya karena saya datang jauh-jauh ke Florence untuk kota dan klub ini. Saya pikir Fiorentina harus mendapatkan lebih banyak perhatian, perhatian yang sama diberikan kepada klub lain, atas kerja keras yang kami lakukan setiap hari,” tulis Ribery.

Dengan demikian, Ribery akan absen saat Fiorentina menghadapi Sassuolo, Parma, dan Cagliari di Serie A.

Main photo: @time24new

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here