Gelandang tim nasional Jerman yang bermain di Manchester City, Ilkay Guendogan, kena bully tingkat tinggi saat “Der Panzer” bertemu Arab Saudi di laga coba-coba, Sabtu kemarin. Bukan hanya kena bully di kolom komentar, tapi juga disoraki sepanjang laga tersebut.

Guendogan disoraki bukan karena dia gayanya tengil macam Young Lex. Tapi karena foto fenomenal yang beredar di dunia maya dan media mainstream meski tak sampai muncul di media tanam.

Gara-garanya, Guendogan ini berfoto bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Mentang-mentang namanya berakhiran -Gan, mereka pun berfoto bersama. Tapi tidak tampak adanya Afgan dan Es Degan di foto tersebut.

Erdogan yang bukan disapa “Om Gan” itu memang mengundang beberapa pemain keturunan Turki pada bulan Mei lalu. Selain Guendogan, ada juga Mesut Oezil dan Cenk Tosun. Kalau Tosun memang berkebangsaan Turki dan membela timnas Turki.

Entah apa alasan Erdogan mengumpulkan kedua pemain Jerman berdarah Turki tersebut. Apakah untuk membahas kemungkinan memata-matai kekuatan Jerman atau justru sebaliknya. Berniat memata-matai Jerman, malah Turki yang dimata-matai.

Jerman dan Turki memang tidak satu grup. Pasalnya, Turki memang tidak lolos ke Piala Dunia. Kasihan sekali, makanya Erdogan merasa negaranya diwakili oleh Guendogan dan Oezil.

 

Rupanya, ada yang bikin rakyat Jerman jadi marah sama Guendogan. Kalau cuma foto bareng saja mungkin sudah biasa. Masalahnya, pada kaus Manchester City yang diserahkan Guendogan terdapat tulisan “Dengan respek kepada presiden kami”.

Inilah yang bikin geger. Apalagi, Jerman termasuk bangsa yang sangat nasionalis, bangga terhadap rasnya. Mereka langsung menganggap Guendogan sebagai pengkhianat bangsa.

Yang lebih geger lagi, Erdogan cukup disegani di dunia sebagai presiden yang punya reputasi kurang baik di dunia internasional. Dia dikritik atas perlakuannya terhadap wartawan, aktivis, dan lawan politiknya.

Dilansir Bisnis.com, hubungan antara Uni Eropa dan Turki memburuk selama dua tahun terakhir di tengah penindasan oleh pemerintah Erdogan pada tersangka pendukung kudeta militer yang gagal pada Juli 2016. Seperti diketahui, Jerman saat ini sedang jadi pemimpin Uni Eropa.

Kabaranya, Turki telah menutup outlet media, menahan 160.000 orang dan memecat pegawai negeri dalam jumlah yang nyaris sama. Erdogan mengatakan tindakan keras diperlukan untuk alasan keamanan.

Wajar jika foto-foto itu langsung memicu badai kritik dari anggota parlemen di seluruh spektrum politik Jerman dan federasi sepak bola DFB, yang semuanya berpendapat bahwa Erdogan tidak cukup menghormati nilai-nilai Jerman. Inilah yang bikin Guendogan dicemooh sepanjang laga lawan Arab.

Namun, pelatih Joachim Loew pasca-pertandingan sudah meminta agar semua pemain Jerman didukung 100 persen. Dia kecewa atas kelakuan fans Jerman karena Guendogan tak pantas mendapat cemoohan seperti itu.

“Saya kecewa dengan hal itu. Seharusnya fans mendukung semua pemain menjelang Piala Dunia. Ketika Anda bermain untuk Jerman, Anda mewakili nilai-nilai Jerman,” kata Loew.

Guendogan akhirnya memberikan komentar terkait kontroversi tersebut. Pemain berwajah ganteng tanggung itu sama sekali tak berniat melakukan aksi-aksi politis. Lagi iseng amat, sudah jadi pemain bola masih saja kemaruk bawa-bawa politik. Kayak di Indonesia saja.

Guendogan menerima undangan dari Erdogan hanya karena menghormati tanah leluhur. Apalagi, Erdogan seorang fans berat sepak bola dan saat mudanya pernah main bola di klub semi-profesional. Ya hitung-hitung kelas teri lah.

“Ini pengalaman sulit. Gara-gara darah Turki kami, kami masih terikat dengan Turki Itu bukan berarti tuan Steinmeier bukan presiden akami, atau Nyonya Merkel bukan kanselir kami. Kami tak pernah berniat ambil sikap politik,” kata Guendogan, dikutip Liputan6. 

“Beberapa reaksi menyentuh saya, termasuk serangan pribadi. Beberapa tahun terakhir, kami cukup banyak melakukan promosi soal persatuan Jerman. Kami tak hanya berdarah Turki, menurun dari orang tua kami dan famili. Kami lahir dan dibesarkan di Gelsenkirchen. Ini kota dengan jumlah imigran yang besar.”

Ya bisa dibilang Guendogan ini apes. Namun memang sebaiknya setiap kegiatan perlu dipikir ulang lagi pada zaman sekarang ini. Kalau tidak, bisa-bisa kena bully di media sosial.

Main photo: @fussballchef

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here