Timnas Peru sepertinya tidak bisa memainkan skuat terbaik mereka pada Piala Dunia 2018 nanti. Bukan dikarenakan ada pemain yang cedera atau tiba-tiba pensiun. Sebab kapten mereka, Paolo Guerrero, menerima hukuman yang membuatnya tak bisa ikut pada ajang empat tahunan tersebut.

Hukuman yang diberikan pun bukan sembarangan, sebab sang pemain diduga menjadi ‘konsumen’ obat terlarang. Sang kapten terbukti positif mengonsumsi benzoylecgonine, zat yang terdapat pada kokain dan mendapat sanksi larangan bertanding dari FIFA akibat perbuatannya.

Entah kenapa dia bisa berbuat seperti itu. Mungkin akibat pergaulan bebas. Semoga saja tidak berlanjut ke narkoba-narkoba lain yang aneh-aneh. Apalagi kalau sampai ngelem. Lemnya Power Glue pula bukan Aica Aibon. Salah-salah malah lengket itu bibir dengan hidungnya.

Hal tersebut lantas membuat tiga kapten dari grup yang sama dengan Peru di Piala Dunia 2018, sepakat meminta FIFA untuk mencabut sanksinya. Mereka adalah Hugo Lloris kapten Prancis, Mile Jedinak kapten Australia, dan Simon Kjaer kapten Denmark. Ketiganya mengirimkan surat kepada FIFA agar sang pemain bisa berlaga di Rusia nanti.

Kasus Guerrero sendiri terungkap pada Oktober 2017 lalu, beberapa saat setelah timnas Peru menjalani laga kualifikasi melawan Argentina. Namun pengacara sang kapten mengatakan bahwa zat tersebut tidak memiliki pengaruh sama sekali pada performa di lapangan.

Selain itu narkoba yang sepertinya lebih berbahaya dibanding menghisap micin lewat hidung, dikatakan masuk ke tubuh Guerrero secara tidak sengaja. Pengacara Guerrero mengatakan zat tersebut berasal dari air teh yang diminumnya.

Kalau dipikir-pikir aneh juga ada kokain di minuman teh. Mungkin resep teh baru yang ternyata lebih enak dibanding pakai gula. Es Teh Kokain namanya. Harganya? Sudah pasti tidak semurah jika pesan di warteg.

Guerrero lantas mendapatkan hukuman larangan bertanding selama 12 bulan dan sempat berkurang menjadi enam bulan. Namun setelah World Anti-Doping Agency (WADA) tanpa huruf W di akhirannya melakukan banding, ia malah menerima bonus hukuman hingga 14 bulan larangan bermain.

Dengan sanksi seperti itu, praktis Guerrero dipastikan tidak bisa berlaga di putaran final Piala Dunia Rusia 2018. Sangat disayangkan memang karena pemain yang pernah memperkuat Bayern Munchen tersebut menjadi salah satu pilar penting dalam skuat.

Apalagi ini menjadi kali pertama Peru kembali ke Piala Dunia setelah 36 tahun absen di turnamen tersebut. Ditambah usia Guereero yang tidaklah lagi muda, kesempatan ini bisa jadi yang terakhir seumur hidupnya.

Hal tersebut lah yang membuat para kapten timnas negara lain memberikan dukungan melalui surat terbuka yang dikirim atas nama Asosiasi Pemain Profesional Dunia (FIFPro). Surat tersebut juga ditandatangani oleh residen FIFPro Philippe Piat dan sekjen Theo van Seggelen.

“Menurut pandangan kami, salah jika dia tidak diperbolehkan main di turnamen yang akan menyempurnakan kariernya itu – kerja kerasnya selama bertahun-tahun hanya untuk ini – yang mana kami sudah konfirmasi bahwa tidak berniat untuk curang dan juga menaikkan performanya dengan obat-obatan terlarang,” bunyi surat tersebut seperti dikutip dari Detik.

“Maka dari itu, kami meminta kepada dewan FIFA yang terhormat untuk membatalkan sanksi Paolo Guerrero sementara selama Piala Dunia 2018 di Rusia, yang mana hukuman itu akan berlaku lagi usai partisipasi Peru di kompetisi ini.”

Sungguh mulia lawan-lawannya itu. Mungkin merasa kurang gereget jika Peru tanpa diperkuat pemain andalan sekaligus kaptennya. Tapi kalau sampai Guerrero diizinkan tampil dan bermain ciamik lalu mengalahkan ketiga negara tersebut, mungkin baru menyesal itu mereka sudah berbuat demikian.

Peru sendiri memastikan lolos ke Piala Dunia setelah mengalahkan Selandia Baru pada babak play-off. Mereka akan berada di grup C bersama Perancis, Denmark, dan Australia.

https://twitter.com/brfootball/status/998833980119093249

Main photo: soccerpro.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here