Baru saja ditentukan final Liga Champions mempertemukan Man City dengan Chelsea. Eh di Liga Primer keduanya langsung bertemu. Namun di laga ini, Chelsea yang berhasil meraih poin tiga dengan sedikit drama.

Chelsea memenangkan laga ini dengan skor 2-1. Mungkin laga ini bisa jadi gambaran betapa kuatnya skuat asuhan Thomas Tuchel untuk meredam skuat paripurna Pep Guardiola.

Namun jangan salah. City harusnya bisa memastikan kemenangan lebih dini andai Sergio Aguero tidak sok-sokan gaya-gaya menendang penalti Panenka. Akibatnya di-kombek dan kalah di ujung laga.

Aguero sepertinya kehilangan sentuhannya akibat lama cedera. City memang unggul lebih dulu lewat gol Raheem Sterling, tapi itu juga Agueronya rada ngelawak.

Umpan matang Gabriel Jesus sejatinya tinggal dicebok saja oleh Aguero, malah dikontrol dulu. Bola sempat terlepas, tapi di sana diserobot Sterling. Sterling kurang ajar sekali, seakan tidak percaya sama rekannya itu.

Tapi ya make sense juga. Soalnya tak lama kemudian City dapat penalti dan Aguero lah yang jadi algojonya. Mungkin biar diem, tidak nangis mulu merengek mau bikin gol.

Eh pas dikasih penalti, bola malah ditendang ala Panenka. Bukannya ketipu, Edouard Mendy malah menebaknya dengan mudah. Bahkan cuma menangkapnya dengan satu tangan. Sepele sekali.

Coba kalau penaltinya gol, City unggul 2-0 dan mungkin bisa memenangkan laga ini. Soalnya di babak kedua, City justru kebobolan lewat tendangan Hakim Ziyech. Sebuah tendangan mendatar tapi akurat.

Pada menit-menit Injury Time, Chelsea memastikan kemenangan lewat tendangan tanggung Marcos Alonso. Sebuah tendangan yang tidak mulus tapi bisa masuk. Terserah mau bagus atau enggak, yang penting hari gini itu yang dihitung adalah golnya.

Gara-gara kekalahan ini, pesta juara City terpaksa ditunda satu laga lagi. Aguero pun meminta maaf lantaran jadi penyebab kegagalannya. City sepertinya siap membuat satu grup WA lagi yang tidak ada Agueronya.

“Saya ingin meminta maaf untuk semua rekan saya, staf dan suporter atas kegagalan penalti,” ujarnya di twitter, disalin dari Bolasport. “Itu adalah keputusan yang buruk dan saya bertanggungjawab penuh.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here