Flamengo kembali menorehkan catatan bagus pada perjalanan sejarah klub. Hanya dalam tempo kurang dari 24 jam, tim asal Brasil meraih dua trofi. Kesuksesan ini ikut disyukuri oleh Neymar yang tak bisa menahan diri untuk melakukan selebrasi.

Tim berjuluk “Rubro Negro” ini tentu saja tak bermain dalam tempo 24 jam. Kecuali semua pemainnya adalah cyborg yang tinggal ganti baterai, mungkin bisa terjadi.

Sebelumnya Flamengo sukses menjungkalkan perwakilan Argentina, River Plate, di final ajang Copa Libertadores. Semacam Liga Champions kalau di Eropa, bedanya ini di tingkatan Amerika Selatan.

Flamengo berhasil memenangkan laga dengan sebuah kombek level ketua DPR sepertinya. Tertinggal hingga menit ke-88, Gabriel Barbosa membuyarkan kemenangan River Plate di depan mata semenit kemudian. Bahkan mantannya Inter Milan itu mencetak gol kemenangan di masa injury time.

Kemenangan ini membuat Flamengo meraih gelar kedua mereka sepanjang sejarah. Terakhir kali mereka meraih Libertadores saat masa-masa Orba di Indonesia alias tahun 1981.

Hanya berselang satu hari, Flamengo kembali memastikan gelar Liga Brasil. Hasil itu didapat setelah Palmeiras takluk dari Gremio hingga membuat posisi Flamengo dipastikan kedinginan hingga akhir musim Liga Brasil.

Kesuksesan mengawinkan dua gelar bahkan terakhir diraih tim Brasil saat Orde Lama atau ketika Pele bersama Santos menjuarainya di tahun 1963.

https://twitter.com/official433/status/1198369290497474564

Hal ini ternyata juga disyukuri oleh cyborg versi beta dunia sepak bola, Neymar. Pemain PSG itu tidak bisa menahan kegembiraannya dan melakukan selebrasi.

Dalam video yang beredar, Neymar dan teman-temannya melompat dan bersorak kegirangan merayakan gelar juara tim asal Brasil itu.

Untuk diketahui bahwa Gabriel Barbosa merupakan sahabat Neymar. Selain itu Gabigol juga merupakan cem-ceman dari adik kandung Neymar, Rafaela Santos.

Hal tersebut tentunya yang membuat Neymar melakukan selebrasi secara berlebihan. Terutama saat Gabigol mencetak dua gol penentu kemenangan Flamengo pada menit-menit akhir.

Neymar sendiri baru saja kembali bermain untuk Paris Saint-Germain setelah absen sejak awal Oktober. Pada laga melawan Lille di Ligue 1, performa Neymar ternyata tidak seperti yang diharapkan. Ia pun mendapat sorakan ketika diganti Kylian Mbappe.

Mungkin berlebihan harapannya. Ingin Neymar mencetak double hattrick dengan sundulan semua. Jelas sulit dilakukan.

Tapi melihat performa anak asuhnya, Thomas Tuchel mengaku santuy dan tidak mempermasalahkannya.

“Saya tidak berharap banyak pada dirinya [di laga lawan Lille]karena dia sudah absen dalam enam pekan terakhir. Dia kehilangan ketajaman dan insting yang biasa ia miliki,” kata Tuchel seperti dikutip dari CNN Indonesia.

https://twitter.com/Goal_MY/status/1198794037244788736?s=20

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here