Pelatih kelas kakap yang mulai jadi kelas teri, Rafa Benitez, telah resmi jadi antek China. Jangan tersulut emosi dulu, Benitez baru saja menerima tawaran kerjaan dari negara China.

Tawaran kerja tersebut bukan proyek-proyek infrastruktur karena Benitez bukan presiden atau insinyur. Melainkan proyek di sepak bola yakni jadi pelatih bola klub Dalian Yifang. Jadi, meskipun dia antek China, tapi bukan antek PKI. Tolong berpikir lebih sehat.

Kepastian Benitez latih klub tersebut diungkapkan sendiri oleh Dalian Yifang melalui akun Twitternya dan bukan akun Bigo-nya. Apalagi akun Kaskus atau Forum Semprot.

Tak disebutkan berapa lama durasi kontrak Benitez yang menggantikan Cho Kang-Hee yang mundur kemarin karena alasan pribadi. Tapi, kabarnya Benitez mendapat bayaran 12 juta pound sterling (Rp 214 miliar) per musim. Lumayan banyak bisa buat ngiler akun-akun Open BO.

“Proyek ini memiliki seluruh komponen yang kami butuhkan untuk memulai babak baru dengan motivasi maksimal. Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola China cukup menarik perhatian dunia,” kata Benitez dalam situsnya sendiri, rafabenitez.com.

https://twitter.com/ODDSbible/status/1145976010187390981

Menurut tulisan Detik, Benitez akan ditemani staf kepelatihannya di Newcastle United seperti Paco de Miguel, Mikel Antia, dan Antonio Gemez Perez. Benitez meninggalkan Newcastle per 30 Juni setelah kontraknya tidak diperpanjang.

Benitez memang bukan pelatih sembarangan, meski belakangan sudah mulai pudar khasiatnya. Setelah sukses bersama Liverpool belasan tahun silam, pria berperut tambun itu sempat berkelana di beberapa klub macam Chelsea, Napoli, dan Real Madrid. Namun enggak sukses-sukses amat.

Kariernya perlahan mundur saat menangani Newcastle United. Bahkan kini terlempar lagi ke Liga China. Meski katanya cukup menjanjikan.

Benitez punya tugas berat untuk mendongrak posisi Yifang yang masih terpuruk di posisi ke-10 dengan 17 poin dan sudah enam kali kalah dari 15 pertandingan. Padahal, Yifang punya Yannick Carascao dan Marek Hamsik sebagai pemain bintangnya musim ini.

Kalau memang masih lemah, mungkin Yifang bisa berpikir mendatangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Harga murah, tapi cukup ulet dan cekatan. Cuma kadang orang Indonesia itu suka emosian, komentar-komentar di media sosialnya enggak nahan.

Main photo: Guardian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here