Akhirnya, setelah menunggu beberapa purnama, Milan resmi dibeli oleh perusahaan dari China. Namanya adalah Rossoneri Sport Investment Lux, perusahaan konsorsium yang dipimpin Yonghong Li, telah mengakuisi AC Milan dari Fininvest, perusahaannya Silvio Berlusconi.

Total pembayarannya mencapai 830 juta euro atau sekitar Rp 10 triliun, jika dibelikan seblak Bandung, entah dapat berapa porsi. Yang jelas, Berlusconi tidak jadi ngambek. Sebelumnya, dia rada bete dengan calon pembelinya yang tiba-tiba menghilang tak ada kabar, pergi tanpa pesan.

Rossoneri Sport Investment Luxembourg nantinya akan mengontrol 99,3 persen kepemilikan klub. Artinya, mereka hampir menguasai klub bernuansa merah-hitam kayak salah satu warna partai di Indonesia itu secara penuh.

Ini juga jadi sejarah, untuk pertama kalinya dalam 31 tahun, Milan yang dimiliki mantan Perdana Menteri Italia, si Berlusconi itu, kini akan dipimpin oleh orang lain.

Pria tua itu kini tak lagi jadi presiden Milan, tugas  kini dilanjutkan Li beserta tujuh nama baru dalam daftar pengurus. Marco Fassone terpilih jadi CEO baru di San Siro.

Nama lainnya adalah Han Li, Lu Bo, Renshau Xu, Roberto Cappelli,  Marco Patuano, dan Paolo Scaroni. Tidak ada nama Darmin Nasution di sana karena dia sekarang menjabat Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia.

“Saya berterima kasih pada Berlusconi dan Fininvest atas kepercayaan mereka dan juga pada fans Rossoneri di seluruh dunia atas kesabaran mereka,” ujar Li, dikutip dari Liputan 6. 

Proses penjualan Milan memang sempat tertunda berulang kali sejak kesepakatan penjualan Agustus 2016 lalu, karena faktor keuangan. Tertundanya memang tak sampai memakan puluhan purnama kayak Cinta menunggu Rangga di film AADC.

Tapi, fans Milan cukup lumayan PHP juga. Awalnya, Milan hendak dibeli oleh perusahaan konsorsium Tiongkok, Sino Europe Sports. Namun, karena masalah dana, pembelian diambil alih oleh Rossoneri Sport Luxembourg dengan bantuan suntikan dana dari Amerika Serikat.

Sekarang tinggal tunggu saja bagaimana kiprah Milan selanjutnya. Kalau dari kemarin banyak fans Milan yang beranggapan kalau masalah Milan karena kepemimpinan Berlusconi dan Adriano Galliani yang terlampau pelit.

Sekarang sudah ada pemilik baru, mampukah mereka kembali meraih kejayaan? Hanya Tuhan yang tahu masa depan.

Yang jelas, Milan kini jadi punya banyak duit. Mereka siap belanja pemain-pemain kelas wahid kembali, bukan sekadar pemain-pemain ala kadarnya. Dibilang jelek enggak, bagus juga enggak.

“Kami punya beberapa ide dan inovasi. Langkah kuncinya adalah duduk bersama pelatih dan bekerja di bursa transfer. Anggaran adalah hal penting, sejak awal presiden dan Han tidak menyembunyikan tujuan utamanya membangun Milan yang sangat kompetitif. Jadi, kami akan punya kekuatan ekonomi yang bisa mewujudkan itu,” kata Fassone.

Main photo credit: The Guardian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here