Piala Dunia 2018 akhirnya dihadiri Argentina. Hampir saja fans-fans Lionel Messi sedunia menangis bila pujaan hati mereka gagal tampil di Rusia. Namun, para masyarakat Argentina kini bisa bernapas lega setelah mereka memastikan diri lolos audisi.

Siapa lagi kalau bukan Messi pahlawannya. Setelah dapat kritikan sana-sini, pemain yang kini sok-sokan pakai brewok itu seolah mengamuk untuk menyumpal mulut nyinyir para haters.

Tim berkostum biru muda kayak langit di Raja Ampat itu sempat ketinggalan duluan dari Ekuador saat pertandingan baru berjalan 38 detik. Para penonton belum sempat menyeruput kopi sudah terjadi gol. Mungkin kipernya Ekuador juga masih asyik memakai sarung tangan.

Kerja sama segitiga cantik antara Romario Ibarra dan temannya sesama orang Ekuador menghasilkan gol telak di gawang Sergio Romero. Bek-bek Argentina seolah cuma formalitas saja mengawal pertahanannya.

Di sinilah Messi berbicara. Argentina tanpa Messi bagai kue donat tanpa gula, hambar tak ada rasanya. Sekitar 10 menit setelah kebobolan, pemain yang diduga lahir di luar planet Bumi itu mampu menyamakan kedudukan.

Lalu tujuh menit berselang, Messi mencetak gol lagi yang memang sudah hobinya sendiri. Gol adalah teman, teman adalah gol. Begitulah pikirnya.

Tendangan kaki kirinya tak mampu dibendung kiper Ekuador yang pakai baju beda sendiri dari rekan-rekannya. Tendangannya bersarang telak di gawang negara Amerika Latin itu.

Terakhir, Messi mengganjilkan kemenangan Argentina lewat golnya lagi. Kali ini melalui usaha sendiri lewat jurus kelok sembilan Egy yang ditutup tendangan melengkung melewati kiper yang belakangan diketahui bernama Maximo Banguera.

Gol ketiganya langsung disambut dengan suka cita warga Argentina baik yang ada di stadion atau di luar stadion. Para pemain Argentina juga menyeruak menyambut Messi sang pahlawan bangsa.

Mereka kini lega akhirnya bisa lolos ke Piala Dunia. Kelegaannya serasa lolos dari razia operasi Patuh Jaya yang suka resek ada tiba-tiba. Bagi yang tak bawa SIM, pasti sudah deg-deg-ser dicegat para polisi berompi hijau muda.

razia

“Saya katakan pada seluruh tim bahwa Messi tidak berutang Piala Dunia. Tapi sepak bola-lah yang berutang Piala Dunia pada Messi. Kami bisa membantunya main di Piala Dunia dan jadi yang terbaik. Tidak logis kalau Piala Dunia tanpa Messi,” ucap Jorge Sampaoli, sang pelatih.

Tim asuhan Sampaoli itu akhirnya memastikan diri mendapat Golden Ticket setelah berada di peringkat ketiga disusul Kolombia di peringkat keempat. Dalam waktu bersamaan, Chile dibantai oleh Brasil dan Peru bermain imbang dengan Kolombia.

Alhasil, posisi mereka berempat berubah total. Chile yang tadinya di peringkat keempat melorot ke posisi keenam dan gagal lolos ke Piala Dunia. Sedangkan Peru berada di posisi kelima dan harus menjalani play-off.

Chile kini harus menangis bombay karena dibantai telak 0-3 oleh Brasil. Gara-gara dua gol Gabriel Jesus di babak kedua, mereka tersingkir. Meski poinnya sama dengan Peru, tapi selisih golnya kalah.

Sekali lagi, selamat buat Argentina. Don’t Cry for Me, Argentina!

Main photo: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here